Sebelum Bunuh Diri, Pelaku Penembakan Brutal di Jerman Membunuh Ibunya di Rumah

Pelaku penembakan brutal di bar shisha di Hanau, Jerman, ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya, Kamis (20/2/2020).

Sky News
Potongan gambar yang diambil di YouTube menunjukkan pria yang diduga adalah Tobias R, pelaku penembakan massal di dua bar shisha di Hanau, Jerman, pada Rabu malam (19/2/2020), yang menewaskan 9 orang. Tobias disebut merupakan ekstremis sayap kanan, dan ditemukan tewas bersama ibunya ketika polisi menggerebek apartemennya. 

TRIBUNJABAR.ID, HANAU - Pelaku penembakan brutal di bar shisha di Hanau, Jerman, ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya, Kamis (20/2/2020).

Dalam aksinya, Tobias R menewaskan sembilan orang.

Jaksa federal meyakini bahwa Tobias R adalah seorang ekstremis sayap kanan dan mempunyai izin kepemilikan senjata.

Polisi langsung melakukan penggerebekan setelah mendapatkan identitasnya berbekal informasi dari saksi dan rekaman kamera CCTV.

Dilaporkan, sebelum bunuh diri, Tobias R menembak ibunya terlebih dulu hingga tewas.

Tubuh sang ibu dipenuhi luka tembak ketika polisi mendatangi rumah mereka pada Kamis dini hari (20/2/2020).

Menteri Dalam Negeri Jerman Peter Beuth mengatakan, kepolisian menemukan sebuah situs yang nampaknya dikelola oleh si ekstremis sayap kanan.

"Analisa awal dari situs yang dikelola pelaku menunjukkan, motivasi awalnya adalah xenofobia," jelas Beuth, yang menuturkan kasus ini dianggap terorisme domestik.

Pelaku Penembakan Brutal di Bar Ingin Lenyapkan Separuh Populasi Jerman, Berakhir Tewas Bunuh Diri

Kantor berita DPA melaporkan, tulisan dalam situs tersebut mengaku bertanggung jawab atas tewasnya sembilan orang di dua bar shisha di Jerman.

Dalam manifesto setebal 24 halaman itu dikutip AFP, Tobias menerangkan bahwa lebih dari 20 negara, termasuk Turki dan Israel, seharusnya dihancurkan.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved