Kandang Wesi Paguyuban Tunggal Rahayu Ampera Kembali Tegaskan Bukan Kerajaan

Penanggung Jawab Paguyuban tersebut Jajang Mubarok menegaskan kembali Kandang Wesi bukan kerajaan melainkan paguyuban yang menjunjung tinggi Pancasila

Istimewa
Penanggung jawab Paguyuban Kandang Wesi, Jajang Mubarok (tengah) di rumahnya. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Maraknya kerajaan baru muncul membuat sebagian masyarakat Indonesia latah akan kehadiran yang mencirikan sebuah kerajaan.

Seperti halnya, Kandang Wesi Paguyuban Tunggal Rahayu Ampera yang disebut kerajaan oleh beberapa oknum tak bertanggung jawab.

Padahal, Penanggung Jawab Paguyuban tersebut, Jajang Mubarok menegaskan kembali bahwa Kandang Wesi bukan kerajaan melainkan paguyuban yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan, dirinya juga menjelaskan bahwa di dalam kepengurusan tidak ada yang namanya pungutan dan tidak merugikan masyarakat.

Sebab, kegiatannya pun hanya istigosah yang selama ini dilaksanakan dalam kurun waktu satu Minggu sekali.

Itu pun dilaksanakan di pesantren-pesantren dengan dipimpin oleh para Kyai setempat.

“Bahkan pembentukan kepengurusan yang saat ini dibentuk, hanya ada 40 orang tidak kurang tidak lebih dan kegiatan hanya istigosah supaya diberi keamanan, ketentraman, keselamatan oleh yang maha kuasa," ujar Jajang, Rabu (19/2/2020).

Sementara, Kepala Desa Bayusari, Junadi juga menegaskan bahwa Kandang Wesi Paguyuban Tunggal Rahayu Ampera yang terletak di Blok Babakan Cilimus RT 01/05 Desa Banyusari, Kecamatan Malausma, yang disebut kerajaan di kalangan masyarakat hanya sebuah Paguyuban.

"Sebetulnya di Desa Bayusari, Kecamatan Malausma itu tidak ada kerajaan, setahu saya hanya ada paguyuban, yaitu Paguyuban Tunggal Rahayu Ampera Kandang Wesi," ucapnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa selama ini kegiatan yang dilaksanakan hanya istigosah dengan harapan ada bimbingan dan keselamatan dari Allah SWT.

"Bahkan selama ini alhamdulillah di Desa Banyusari aman-aman saja dan ramai itu ketika ada informasi bahwa di Desa Banyusari ada kerajaan baru. Padahal yang benar di Desa Banyusari hanya ada Paguyuban. Maka dari itu saya berpesan, kepada masyarakat utuk tetap menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan," kata Junadi.

Hak yang sama juga dikatakan salah satu Tokoh Masyarakat yang saat ini menjabat sebagai Ketua RW 05, Aceng.

Dirinya menyampaikan, bahwa Paguyuban tersebut hanya sebuah Paguyuban biasa.

"Bahkan saya sebagai masyarakat merasa aman-aman saja, kondusif dan tidak ada yang dirugikan dengan Paguyuban itu, karena selama ini kegiatannya sangat positif hanya hanya istigosah memohon kepada Allah SWT agar jaga dan diberi keselamatan," jelasnya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved