Breaking News:

2 BUMD Milik Pemprov Jabar, Bank BJB & Agro Jabar Kerja Sama Tanam Jahe di Subang

Dua BUMD Provinsi Jawa Barat, Bank BJB dan Agro Jabar, menjalin kerja sama dalam penanaman jahe dan kentang

Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/2/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dua BUMD Provinsi Jawa Barat, Bank BJB dan Agro Jabar, menjalin kerja sama dalam penanaman jahe dan kentang di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Rabu (19/2/2020).

Panen komoditas jahe dan kentang ini akan dijual kepada industri jamu di Jabar dan diekspor.

Saat kegiatan Penanaman Jahe Perdana dan Penandatanganan Fasilitas Kredit tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya memulai penanaman produk yang sangat bernilai ekonomi dan dibutuhkan baik lokal maupun ekspor.

"Ada jahe merah ada jahe gajah, yang dibutuhkan oleh industri-industri yang berhubungan dengan minuman, stamina tubuh, atau kesehatan, di tanah seluas 100 hektare," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini seusai kegiatan tersebut.

Agro Jabar ini, katanya, menanam komoditas yang sudah disiapkan pembelinya. Hal seperti inilah, katanya, yang sebenarnya harus dikembangkan yaitu sebuah pertanian yang sistem ekonominya sudah disiapkan dahulu.

"Yang menariknya, kita memulai sebuah program, namanya sinergitas BUMD Jawa Barat. BUMD di lingkungan Pemprov Jabar ini harus saling mengisi dan menguatkan. Oleh karena itu permodalannya saya perintahkan jangan dari bank yang lain tapi fokus di Bank BJB," katanya.

Sering Konsumsi Jahe Bermanfaat Buat Kesehatan, Begini Cara Mengolahnya yang Benar

Pensiun, Turidjo Bisnis Minuman Jahe Merah, Berkat Keuletannya Kini Produknya Terjual Hingga Rusia

Pendanaan atau kredit untuk penanaman ini, katanya, sebesar Rp 13 miliar dan akan terus dikembangkan. Setelah ini pihaknya menugaskan Agro Jabar untuk keliling Jawa Barat mencari tanah-tanah kosong yang tidak produktif.

"Tanah kosong ini terjadi karena warga pemilik lahan bingung mau menanam apa, takut tidak laku karena tidak ada pengetahuan tentang pasar. Kombinasi antara pengetahuan pasar apa yang laku dengan tanah yang kosong, digabung. Itu yang dimiliki Agro Jabar dalam waktu-waktu mendatang," ujarnya.

Nantinya, katanya, tidak ada lagi istilah tanah menganggur di Jabar. Tanah-tanah kosong ini harus ditanam dengan produk-produk pertanian yang menguntungkan, seperti jahe yang diminati Eropa dan Korea Selatan.

Emil berharap semua BUMD di Jabar bisa menjadi produktif, minimal memperlihatkan kemajuan untuk memberikan deviden kepada Pemprov Jabar. Setelah bertahun-tahun hanya Bank BJB yang menyetor deviden, katanya, sejak tahun lalu jumlahnya bertambah, seperti Jaswita yang menyetor Rp 5 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved