Breaking News:

Siasat Licik Bandar Narkoba di Jepara, Simpan Uang di Koperasi Agar Tidak Terdeteksi OJK

"Untuk menyamarkan agar tidak termonitor Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, uang disimpan di KUD," kata Kepala BNN Jawa Tengah Brigjen Benny G

ISTIMEWA
BNN Jawa Tengah mengamankan empat tersangka pelaku TPPU uang hasil bisnis narkotika di Semarang, Selasa. 

TRIBUNJABAR.ID, JEPARA - Sindikat bandar narkoba mencuci uangnya dalam Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Jepara untuk menghindari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

Kasus ini dibongkar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah.

"Untuk menyamarkan agar tidak termonitor Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, uang disimpan di KUD," kata Kepala BNN Jawa Tengah Brigjen Benny Gunawan di Semarang, Selasa.

Pencapaian Prestasi yang Diraih Garut Jangan Hanya di Atas Kertas

Pencucian uang ini diungkap dari jaringan bisnis narkotika yang dikendalikan oleh Muzaidi, terpidana kasus penyalahgunaan narkotika yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Semarang.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga menetapkan tiga tersangka yang merupakan kerabat Muzaidi.

Mereka adalah AM adik Muzaidi, MH adik ipar Muzaidi yang juga suami AM, dan MDAM anak Muzaidi.

Ketiganya, menurut Benny, memiliki peran masing-masing dalam jaringan narkoba itu.

"Para tersangka ini merupakan operator dan penampung uang hasil bisnis narkotika Muzaidi," katanya.

BNN juga menyita barang bukti uang sekitar Rp 1 miliar yang sebelumnya disimpan di KUD dan sejumlah bank, satu unit mobil, dan dua sepeda motor.

Para tersangka selanjutnya akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang serta Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika.

Longsor di Kab. Bandung Barat XL Axiata Salurkan Bantuan dan Pastikan Jaringan Normal

Sumber: Kompas.com https://amp.kompas.com/regional/read/2020/02/18/14474871/agar-tidak-terpantau-ojk-bandar-narkoba-ini-cuci-uang-di-koperasi-unit-desa

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved