Pemkab Purwakarta Anggarkan Rp 4,9 Miliar untuk Sosial dan Kebencanaan
Kepala Bagian Kesra Purwakarta, AM Sundari, mengatakan BSTD digunakan untuk menangani dampak bencana semisal longsor di Legoksari, Darangdan, hingga r
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Bagian Kesra Sekretariat Daerah menganggarkan sebesar Rp 4,9 miliar terdiri dari bantuan sosial tak direncanakan (BSTD) Rp 2,4 miliar dan bantuan sosial Rp 2,5 miliar lebih besar dibanding 2019 sebesar Rp 1,5 miliar.
Kepala Bagian Kesra Purwakarta, AM Sundari, mengatakan BSTD digunakan untuk menangani dampak bencana semisal longsor di Legoksari, Darangdan, hingga rumah roboh di sejumlah wilayah di Purwakarta.
"Kemarin ibu bupati juga menyetujui anggaran untuk longsor (Legoksari) yang merusak sejumlah petak sawah sebesar Rp 24 juta," ujar dia di ruangannya, Selasa (18/2/2020).
• 17 Penjahat Diringkus Polres Indramayu Selama Sebulan Terakhir, Ini Kejahatan Mereka Lakukan
Selanjutnya, Kesra menganggarkan sebesar Rp 50 juta untuk jembatan putus di wilayah Desa Cibatu.
Selain itu, untuk jembatan gantung yang ada di Desa Wanawali, Sundari menyebut masih dalam tahap proses, karena alokasi anggarannya mendadak.
Pada awal 2020, Sundari mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan anggaran untuk sejumlah bidang semisal pendidikan dan sosial.
"Kami awal tahun berikan untuk pendidikan dan pengobatan yang tak ter-cover BPJS," ujarnya.
Sementara itu, pada 2019 Kesra telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 900 juta untuk perbaikan rumah roboh, rutilahu, pengobatan, pendidikan, dan lainnya.
Hal ini dikeluarkan atas dasar proposal yang masuk atau mengajukan.
Bagi warga yang ingin mendapat bantuan dari Kesra bisa melalui prosedur membuat laporan dari desa setempat yang kemudian nanti ditindaklanjuti dengan dilakukan survei.
• Selain Bawang Putih dan Cabai Merah, Harga Sejumlah Sayuran di Pasar Pagi Kota Cirebon Juga Naik