Ini Alasan Malaysia Airlines Buka Penerbangan dari Bandara Kertajati Majalengka

pada penerbangan perdana Malaysia Airlines, ada sekitar 161 penumpang yang berangkat dari Bandara Kertajati.

Ini Alasan Malaysia Airlines Buka Penerbangan dari Bandara Kertajati Majalengka
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
CEO Maskapai Malaysia Airlines, Hazman Hilmi Sallahuddin 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Malaysia Airlines punya alasan tersendiri memilih Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati untuk penerbangan ke Malaysia.

Menurut CEO Malaysia Airlines, Hazman Hilmi Sallahuddin,  Bandara Kertajati jadi titik yang strategis bagi penumpang dari seluruh dunia untuk tujuan ke wisata domestik di Jawa Barat.

"Bandara Kertajati menjadi pintu gerbang strategis untuk penumpang dari seluruh dunia untuk menjelajah lebih dalam ke destinasi ikonik di Indonesia," ujar Hazman, Kamis (13/2/2020).

Hazman menyampaikan, Bandara Kertajati juga menyediakan konektivitas yang lebih besar antara kota-kota di Indonesia.

Hal ini menjadi keunggulan tersendiri bagi penumpang Maskapai Malaysia Airlines untuk merasakan pengalaman yang ditawarkan Kertajati.

Mulai Malam Ini, Bandara Kertajati Melayani Penerbangan Internasional, Ini Rutenya

Penerbangan Internasional BIJB Kertajati - Malaysia Dilayani pada Senin-Kamis

"Pada saat yang sama, kami juga dapat memainkan peran kami mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Barat," ucapnya.

Selain menghubungkan Jawa Barat dengan Malaysia, ucap Hasman, Malaysia Airlines telah melayani penerbangan ke negara Jiran dari berbagai kota di Indonesia.

Sebut saja, Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, Bali, Surabaya, Pekanbaru, dan Solo.

"Layanan dua kali seminggu akan dioperasikan oleh pesawat B737-800 dengan kapasitas penumpang 160 kursi, terdiri dari 16 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas Ekonomi," kata Hasman.

Sementara, penerbangan perdana tersebut ada sekitar 161 penumpang yang berangkat dari Bandara Kertajati.

Para penumpang tersebut, terdiri dari 11 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved