Begini Jurus Dedi Mulyadi untuk Menekan Impor Bawang Putih

Pemerintah hingga saat ini masih melakukan impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Begini Jurus Dedi Mulyadi untuk Menekan Impor Bawang Putih
istimewa
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat berbicara di Gedung DPR RI 

TRIBUNJABAR.ID - Pemerintah hingga saat ini masih melakukan impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini produksi dalam negeri hanya mampu memproduksi 84 ribu ton dari total kebutuhan 500 ribu ton per tahun.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyarankan sejumlah hal agar impor bawang putih bisa ditekan. Pertama, terkait kewajiban importir melakukan penanaman diganti dengan kompensasi pembiayaan.

"Saya minta importir tidak perlu tanam, tapi kompensasi pembiayaan diarahkan untuk membina petani agar menambah produksi. Misal, petani sekarang hanya mampu 10 hektare nanti disuport agar produksinya bisa mencapai 40 hektare," kata Dedi di Media Center DPR RI, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya kultur tanah di Indonesia tidak terlalu cocok dengan tanaman bawang putih‎. Sehingga jika terlalu dipaksakan hal tersebut belum tentu bisa menutupi kebutuhan bawang putih. Sehingga masih perlu dilakukan impor.

Zalnando Janji Lebih Berkembang Saat Persib Bandung Lawan Persis Solo dan PSS Sleman

Meski begitu, Dedi ‎meminta skema impor diubah menjadi tender. Sehingga dengan seperti itu pengimpor akan bersaing untuk menawarkan harga terendah.

"Selain itu kalau tender bisa lebih transparan. Masyarakat bisa mengetahui langsung harga bawang putih impor itu berapa dan bisa diestimasikan harganya kalau sudah dijual ke pasar," ucapnya.

Nantinya pemerintah tinggal menghitung kebutuhan bawang putih. Sebab di setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda.

"Rezim manapun tidak boleh ada rezim proyek. Jangan setiap tahun terpaku harus ada anggaran rapat, penanaman, panen, yang hanya sekadar menyerap APBN. Sudah saatnya hal itu diubah ke yang lebih penting," katanya.

Sidang Akumobil, Modal Rp 12 Juta Ditulis Rp 10 Miliar, Harga Mobil Rp 130 Juta Dijual Rp 60 Juta

Terakhir, kata Dedi, pemerintah melalui Satgas Pangan harus getol melakukan pengecekan langsung ke gudang dan lapangan. Sebab‎ diduga banyak pengimpor yang sengaja menimbun bawang putih di gudang dan baru dikeluarkan saat harga naik.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved