Longsor Susulan dari Tebing Tol Purbaleunyi Masih Bisa Terjadi, PVMBG Minta Segera Ditangani

Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pengecekan ke lokasi longsor

Longsor Susulan dari Tebing Tol Purbaleunyi Masih Bisa Terjadi, PVMBG Minta Segera Ditangani
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Kondisi Kampung Hegarmanah RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pasca longsor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan pengecekan ke lokasi longsor tebing di samping Jalan Tol Purbaleunyi KM 118+600 B, Rabu (12/2/2020).

Longsor tersebut menerjang Kampung Hegarmanah, RT 3/4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan pantauan sementara, tim dari PVMBG itu, longsor susulan diperkirakan masih bisa terjadi, jika longsor tersebut tidak segera ditangani secepatnya.

"Tapi kalau ditangani segera tidak akan berbahaya," ujar Penyidik Bumi dari PVMBG, Anjar Hari Waseso saat ditemui sesuai meninjau lokasi longsor.

Rutan Kabanjahe Dibakar Napi, Kepala Rutan: Kita Bikin Disiplin dan Ada yang Tidak Senang

Menurut Anjar, tanah di sekitar Tol Purbaleunyi akan terus terkikis mendekati pinggir jalan jika tebingnya tak ditangani dengan baik, apalagi jika intensitas hujan masih cukup tinggi.

"Saat ini hanya menyisakan 10 meteran dari badan jalan tol, makanya harus secepatnya dilakukan mitigasi struktural," katanya.

Mitigasi tersebut, seperti melakukan pembuatan bronjong dan lain sebagainya. Namun, pengeringan atau penyedotan sisa genangan air yang paling utama harus segera dilakukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo, mengatakan, untuk antisipasi sementara adanya longsor susulan pihaknya sudah mengungsikan warga yang rumahnya terancam.

Iwa Karniwa Mengaku Tidak Bersalah karena Sudah Bekerja Sesuai Aturan

"Kita sudah evakuasi ke tempat yang lebih aman, ada yang di mesjid, rumah kerabatnya dan kita juga sudah membangun tenda darurat," katanya.

Berdasarkan data BPBD KBB, sebanyak 80 rumah, 80 KK atau 240 jiwa terancam kembali diterjang longsor susulan, sehingga pihaknya saat ini terus melakukan evakuasi warga yang rumahnya terancam itu.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved