VIDEO Abah Cijeungjing: Mudah-mudahan ini Semua Bisa Menjadi Penghapus Dosa

KH Hafi Muhammad Kafi Firdaus (29) yang akrab dipanggil Abah Kuka atau Abah Cijeungjing menyadari langkahnya berpoligami akan menimbulkan pro-kontra

CIAMIS,TRIBUNJABAR.ID – KH Hafi Muhammad Kafi Firdaus (29) yang akrab dipanggil Abah Kuka atau Abah Cijeungjing menyadari langkahnya berpoligami akan menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat. Meski langkahnya tersebut didukung bahkan dibantu dipersiapkan oleh Umma, istri pertamanya. Bahkan ia pun menjadi sasaran bully (nyinyiran) dari sebagian netizen.

“Mudah-mudahan itu (yang menjelek-jelekkan) menjadi pembakar dosa-dosa saya. Kalau saya berbuat salah, 1000  kali minta ampun, beristigfar, belum tentu saya diampuni. Tetapi ini ada yang membakar dosa-dosa saya,” ungkap Abah Cijeungjing kepada Tribun dan wartawan lainnya di Ponpes Cijeungjing Dusun Kidul Desa Cijeungjing Ciamis, Selasa (11/2) sore.

Abah Cijeungjing mengaku tidak menyangka kalau prosesi pernikahannya dengan isteri keduanya di Jombang pada tanggal cantik hari Minggu (02-02-2020) tersebut menjadi viral di medsos setelah ada saudaranya (kakak iparnya) mempostingnya di tik tok. “Tak ada niat untuk itu (memviralkan).  Saya memang sempat melihat teteh (kakak ipar) merekam vidio. Tapi tak menyangka akan disebarkan lewat medsos. Kami focus ke acara pernikahan. Kalau rekaman yang di kamar, saya malah tidak tahu sama sekali  ,” katanya.

Setelah viral di medsos, kakak iparnya yang sudah memposting acara pernikahan keduanya  tersebut ungkap Abah Cijeungjing sempat minta maaf, sempat gelisah selama dua hari bahkan sampai menangis. “Semula saya mau marah, tetapi setelah tafakur. Tidak jadi (marah).  Saya menerima yang sudah terjadi sebagai suatu takdir. Mungkin dibalik itu semua ada hikmahnya. Mungkin ini suatu jalan dakwah,” tutur anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut.

Ustadz muda kelahiran  bulan Juni tahun 1990, setelah pernikahan keduanya tersebut heboh jadi pemberitaan media massa, ia tidak langsung pulang ke Ciamis melainkan dari Jombang terus ke Jakarta menemui sejumlah ustadz, diantaranya Ustadz Dery Sulaiman dan Ustadz Yusuf Mansyur. “Ustadz Yusuf Mansyur rencananya nanti bulan Rajab akan ke Ciamis ke pesantren (Cijeungjing),”   ujarnya.

Rombongan inti katanya baru pulang ke Ciamis Selasa (11/2) pukul 10.00 setelah sehari sebelumnya menginap di Tasikmalaya. Dan memang isteri kedua Abah Cijeungjing memang warga Tasikmalaya. “Semalam mengingap di Tasikmalaya dulu. Tadi siang pukul 10.00 baru ke Ciamis. Tapi beliau (isteri keduanya) tidak ikut ke Ciamis, masih di Tasik,” ungkap putra bungsu KH Aceng Masduki (alm) tersebut.

Kembali ke Ciamis, Abah Cijeungjing kembali ke kegiatan rutinnya, memimpin kegiatan sholawat  dan pengajian hikam setiap malam Selasa atau malam Rebo (rebeon). Sejak siang sampai sore, Abah Kuka tak henti menerima tamu yang berkunjung. Menjelang sore para jamaah sholawat mubarik mulai banyak berdatangan. Para jamaah tidak hanya dari Ciamis, tapi juga dari luar daerah seperti dari Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, Kuningan, Bandung bahkan juga dari Jateng. “Setiap malam Rabu,   pesantren ini penuh, ada sekitar 2.000 jamaah yang ikut bersholawat. Biasanya pukul 22.00 baru bubar,” ujar H Aep Saefullah (50) salah seorang jamaah Sholawat Wabarik.

Menurut Abah Cijeungjing semua kegiatan dahwahnya tersebut dibiayai oleh berbagai usaha bisnis. “Semua kegiatan bisnis yang dilakukan adalah untuk menunjang kegiatan dakwah. Bisnis untuk dakwah,” ujar Abah Cijeunjing.

Berbagai kegiatan bisnis dilakoni dibawah naungan Yayasan Kuka Abadi. Untuk berbagai kegiatan bisnis dan heboh pernikahan keduanya tersebut, Abah Kuka menyebutkan hanya bisa di wawacara setelah usai pengajian reboan Selasa (11/2) pukul 22.00 malam. “Sekarang kita persiapan untuk pengajian dulu. Wawancara nanti saja setelah pengajian, sekarag ikut sholawat dulu,” ajaknya. Dan menjelang magrib tersebut lantunan sholawat mulai terdengar dari masjid Pesantren Cijeungjing (andri m dani)

Penulis: Andri M Dani
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Andri M Dani
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved