Rabu, 29 April 2026

Jika Partai Golkar Beri Rekomendasi tapi Ibunya Tak Beri Restu, Daniel akan Taat pada Sang Ibu

Meski belum mendapat restu dari sang ibu, Daniel Mutaqien Syafiuddin menyatakan siap jika kelak mendapat rekomendasi

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
tribunjabar/Handhika Rahman
Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indramayu, Daniel Mutaqien Syafiuddin, Selasa (11/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Meski belum mendapat restu dari sang ibu, Daniel Mutaqien Syafiuddin menyatakan siap jika kelak mendapat rekomendasi dari Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Indramayu 2020.

"Kalau secara prinsip, siapapun apapun pokoknya yang terbaik untuk Golkar dan Indramayu akan saya jalankan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (11/2/2020).

Kesiapan diri itu juga ia tunjukan dengan memberi isyarat akan menanggalkan jabatan anggota DPR RI jika dipercaya menjadi Calon Bupati Kabupaten Indramayu.

Saat ini pria kelahiran Indramayu, 30 September 1981 itu duduk di Komisi V DPR RI dari dapil Jabar VIII, yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

"Kalau sudah penugasan dari partai ya konsekuensinya sesuai undang-undang bicara seperti itu, harus mengundurkan diri dari DPR RI, saya siap," ucapnya.

Kisah Wanita Penjaga Tiket Laga Persib Bandung di Jalak Harupat, Para Bobotoh Pasti Sering Ketemu

Dalam hal ini, ia mengaku ingin memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Indramayu.

Ia juga siap menjalankan proses dan mematuhi ketentuan partai dalam pencalonannya pada Pilkada Kabupaten Indramayu 2020.

"Kalau itu keputusan yang terbaik dari Partai Golkar saya siap menjalankan," ujar dia.

Meski demikian, masih ada satu hal yang masih membuatnya dilema, yakni perihal izin dari sang ibu atau mantan Bupati Indramayu sebelumnya Anna Sophanah.

Setelah Rajanya Ditahan Polisi, Sunda Empire Pun Runtuh, Satu Persatu Anggotanya Keluar

Daniel Mutaqien Syafiuddin menegaskan, jika restu dari sang ibu tidak diberikan hingga keluarnya rekomendasi yang menjadikannya calon bupati, ia lebih memilih untuk patuh pada keputusan ibu.

"Kalau misal rekom memutuskan dan ibu sampai last minute belum mengizinkan, saya lebih memilih untuk taat kepada ibu," ujar Daniel Mutaqien Syafiuddin.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved