Selasa, 14 April 2026

Petinggi Mengundurkan Diri, Sunda Empire Aceh Dinyatakan Bubar

Sunda Empire yang berlokasi di Aceh kini resmi bubar. Hal itu menyusul pengunduran diri Koordinator Sunda Empire Aceh, Ismail (50), dari jabatannya.

Editor: Theofilus Richard
Screenshot/ Iwan Bahagia SP
Surat pengunduran diri Ismail sebagai Koordinator Sunda Empire Aceh, sekaligus pembubaran organisasi Sunda Empire di Aceh. 

TRIBUNJABAR.ID, BENER MERIAH - Sunda Empire yang berlokasi di Aceh kini resmi bubar. Hal itu menyusul pengunduran diri Koordinator Sunda Empire Aceh, Ismail (50), dari jabatannya.

Pengunduran diri Ismail yang juga mewakili seluruh pengurus Sunda Empire Aceh tertuang dalam surat yang dikeluarkan pada 2 Februari 2020 dan ditandatangani di atas materai.

“Dengan ini menyatakan pengunduran diri saya dan seluruh pengutus Sunda Empire Earth Empire Wilayah Area I di bawah koordinasi saya, dan sekaligus pembubaran secara resmi Development committee/ Panitia Pembangunan,” tulis Ismail pada surat yang yang diterima Kompas.com, Jumat (7/2/2020).

Kemunculan video kegiatan Sunda Empire Aceh di sejumlah media cetak dan elektronik pada pertengahan Januari 2020, menjadi alasan pertama yang dituangkan Ismail pada surat tersebut.

Karena menurutnya, setelah video itu viral, keadaan masyarakat menjadi tidak nyaman

Belum Temukan Penipuan dalam Kasus Sunda Empire, Polisi Masih Periksa Klaim Deposito 500 Dollar

Alasan tertarik bergabung

Pada poin kedua, Ismail menjelaskan perihal munculnya Sunda Empire sejak 2004, yakni panitia pembangunan.

Namun ia tidak menyebutkan pembangunan yang dimaksud.

Kemudian pada tahun 2017, organisasi itu focus kepada program kemanusiaan dengan sepuluh bidang, yakni bidang social welfare, health for all, finance, research dan technology, education for all, justice for all, human resources, natural resources, infrastructure dan rescue.

Oleh karena alasan itu, tulis Ismail, pihaknya tertarik bergabung karena beranggapan pembangunan di daerah bukan hanya tugas dari pemerintah semata, melainkan merupakan tanggungjawab moral semua masyarakat.

Setelah Ahli Pidana dan Sejarah, Kini Polisi Libatkan Psikolog dalam Kasus Sunda Empire

Berhadapan dengan persoalan hukum

Berikutnya Ismail mengulas persoalan keterlibatan tiga petinggi Sunda Empire dalam kasus hukum, dengan tuduhan membuat keonaran dan berita bohong ditengah masyarakat.

Ia menganggap ketiga orang tersebut belum mendapatkan putusan inkrah dari pengadilan. Meski demikian Ismail tetap mengajukan pengunduran diri sekaligus membubarkan organisasi tersebut.

Kemudian Ismail mengungkapkan bahwa pengurus Sunda Empire Wilayah Nusantara Area I yang semula bernama Development Commitee tidak pernah melakukan kegiatan di luar perintah pimpinan pusat organisasi tersebut, yakni Nasri Bank, selaku Grand Prime Minister yang berada di Bandung.

“Dan kegiatan kami tidak pernah melanggar hukum negara dan agama, hanya kegiatan sederhana seperti silaturahmi anggota, temu ramah anggota, dan sosialisasi program kemanusiaan kepada anggota, tidak lebih dari itu. Kami juga berkoordinasi dengan pihak keamanan,” ulas Ismail.

Masa Lalu Rangga Sasana Sunda Empire Dibongkar Mantan Istri: Siang Ketemu, Malamnya Menikah

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved