Permintaan Masker Melonjak, Pemerintah China Minta Warga Tak Berlebihan Pakai Masker
Hingga Senin (10/2/2020), tercatat 910 orang meninggal akibat virus corona. Selain itu virus ini juga telah menginfeksi 40.553 orang.
TRIBUNJABAR.ID, BEIJING - Akibat meruaknya wabah virus corona, permintaan masker di China melonjak tajam.
Hingga Senin (10/2/2020), tercatat 910 orang meninggal akibat virus corona. Selain itu virus ini juga telah menginfeksi 40.553 orang.
Lebih dari 2.600 kasus baru juga ditemukan kembali di Hubei, provinsi di mana virus corona dipercaya pertama kali menyebar.
• UPDATE Jumlah Korban Virus Corona 10 Februari, 910 Tewas, Ini Rincian Pasien Tiap Negara
Ratusan kasus terkait virus corona juga dilaporkan setidaknya dari beberapa negara di luar China termasuk Amerika Serikat (AS) yang tercatat memiliki 12 kasus terkonfirmasi.
Dilansir dari NBC News, Penggunaan masker oleh masyarakat China dinilai "berlebihan dan tidak sesuai".
Sejak penyakit yang disebabkan oleh virus corona meruak, permintaan akan produksi masker melonjak. Sayangnya, pemakaian masker tersebut dinilai kurang tepat.
"Hindari (penggunaan) masker berlebih dan tidak sesuai. Hemat dalam pemakaiannya," papar Chen Da, wakil direktur bidang ekonomi dan komisi perdagangan China.
Selaras dengan ucapan tersebut, WHO menganjurkan penggunaan rasional terhadap masker kesehatan untuk menghindari penggunaan ketersediaan masker yang tidak bermanfaat.
WHO juga menyarankan agar masyarakat menggunakan masker jika mengetahui seseorang memiliki gejala sakit pernapasan (seperti batuk atau bersin) atau saat sedang merawat orang yang terduga dan atau terinfeksi virus. (Kompas.com/Miranti Kencana Wirawan)
• Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dollar AS, Masih Tertekan Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wuhan-masker.jpg)