Lokasi Tes CPNS di Kota Tasikmalaya Dikeluhkan Peserta Asal Garut
Jejen (30), mengatakan, lokasi tes CPNS yang berada di Kota Tasikmalaya terlalu jauh dari rumahnya di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Garut di Tasikmalaya dikeluhkan sejumlah peserta. Jarak lokasi tes dinilai peserta terlalu jauh.
Jejen (30), mengatakan, lokasi tes CPNS yang berada di Kota Tasikmalaya terlalu jauh dari rumahnya di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.
Ia yang ikut tes pada sesi pertama, harus berangkat dari rumahnya pukul 04.00.
"Tadi juga enggak tahu lokasinya. Sempat nyasar dulu. Sampai ke lokasi jam 06.30 biar bisa registrasi dulu," ujar Jejen, Jumat (7/2/2020).
Jejen mengambil formasi untuk guru SD negeri. Meski harus pergi sejak subuh, ia berhasil melewati ambang batas. Ia pun optimistis bisa diterima menjadi PNS.
"Tes CPNS yang dilakukan secara umum ini tak adil. Para guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun harus disamakan dengan yang baru lulus kuliah," katanya.
Erfan (28), peserta lain dari Kecamatan Tarogong Kaler juga mengeluhkan hal yang sama. Ia harus menginap di rumah saudaranya karena takut datang terlambat ke lokasi.
"Soalnya kebagian sesi pertama. Kalau berangkat langsung dari rumah, takut kesiangan. Nanti enggak bisa ikut tes," ucap Erfan.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Garut, Deni Darmawan, menyebut masalah jarak memang jadi persoalan bagi peserta. Namun pihaknya tak bisa berbuat banyak karena server tes CAT hanya ada di Tasikmalaya.
"Jika pada pelaksanaan CPNS 2020 jumlah peserta masih tinggi, kami akan berusaha melaksanakan tes CPNS mandiri. Lagi cari tempat yang memiliki kapasitas besar," kata Deni saat dihubungi.
Deni mengingatkan, peserta CPNS yang berasal dari Kabupaten Garut untuk selalu menjaga kondisi kesehatan dan fisiknya. Peserta tes CPNS di Garut jadi yang terbanyak kedua di Jawa Barat. Totalnya mencapai 18.755.
"Kuota yang diperebutkan sebanyak 838 orang. Kami mulai tes sejak tanggal 4 dan berakhir pada 13 Februari," ujarnya.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, minat peserta dari berbagai daerah untuk menjadi PNS di Garut cukup tinggi. Bahkan peserta tak hanya dari Garut, ada yang berasal dari luar Jawa Barat.
"Kuotanya juga banyak ditambah banyak yang mengadu keberuntungan. Kalau pilih kota besar mungkin agak berat," ujar Helmi.
Tingginya minat menjadi PNS, karena minimnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda. Peserta yang mengikuti tes CPNS Pemkab Garut sebagian ada yang berasal dari tenaga honorer atau kontrak ditambah dari formasi umum. (firman wijaksana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/para-peserta-tes-cpns-2020-hari-pertama-mendapat-pengarahan-dulu.jpg)