Area Pesawahan yang Tertimbun Longsor di Ngamprah KBB Bakal Sulit Ditanami Padi Lagi
Area persawahan di Kampung Ngamprah Landeuh, RT 1/7, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Area persawahan di Kampung Ngamprah Landeuh, RT 1/7, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tertutup tanah longsor dipastikan sulit untuk ditanami padi kembali.
Hal itu karena longsoran tanah yang sudah menimbun padi milik sejumlah petani itu bakal membuat sawah menjadi lebih dalam dari sebelumnya, sehingga para petani saat ini kebingungan dengan kejadian longsor tersebut.
Menurut warga sekitar, Dadang Hermawan (45), saat ini pemilik lahan sedang berkonsultasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) KBB untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Kemarin sudah ada yang meninjau kesini dari pemkab karena sawah ini bakal sulit lagi ditanam, kedalamannya bisa sampai dada orang dewasa," ujar Dadang saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (7/2/2020).
Untuk saat ini, kata dia, longsoran tanah yang sudah menimbun area persawahan masih tetap dibiarkan dan belum ada penanganan dari pihak pemrintah setempat.
• Kumpulan Ide Kado Valentine Murah Meriah tapi Bermakna, Bisa Jadi Pilihan Buat yang Uangnya Terbatas
Dengan adanya kejadian tersebut, sejumlah petani yang sawahnya tertimbun longsor itu juga harus merelakan gagal panen, setelah padinya tertimbun tanah.
"Padahal ada padi yang satu bulan lagi akan dipanen, tapi kalau sudah tertimbun, ya pasti gak bakal bisa lagi dipanen," katanya.
Petani setempat, Ra'uf (44) mengatakan, kemungkinannya area pesawahan tersebut untuk sementara ini akan tetap dibiarkan sebelum ada penanganan dari pihak pemerintah.
"Karena longsoran tanahnya sulit untuk disingkirkan, solusinya paling yang langsung ditanam padi lagi, tapi butuh waktu lama," ucapnya.
• Telkom University Jadi Lokasi Tes CPNS untuk 70 Ribu Peserta dari 11 Kabupaten/Kota di Jabar