Pemuda di Indramayu Ubah Sepeda Ontel Tua Jadi Perpustakaan Keliling

Ia menyulap sepeda ontel tua itu menjadi sebuah perpustakaan keliling, disambungkan dengan sebuah gerobak.

Pemuda di Indramayu Ubah Sepeda Ontel Tua Jadi Perpustakaan Keliling
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Anak-anak di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu saat membaca buku di perpustakaan keliling inisitif karang taruna setempat, Jumat (31/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Sepeda ontel tua zaman Belanda milik Sakam (34) dimodifikasi sedemikian rupa.

Ia menyulap sepeda ontel tua itu menjadi sebuah perpustakaan keliling, disambungkan dengan sebuah gerobak.

Sakam yang juga merupakan Ketua Karangtaruna Mekarsari Desa Pilangsari menyampaikan, merasa prihatin dengan perkembangan zaman sekarang ini.

Banyak dari anak-anak di Desa Pilangsari lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan bermain game di gadget miliknya masing-masing.

Padahal efek dari anak-anak bermain gadget di usia yang masih sangat muda akan berdampak ke masa depan mereka.

Akibat game yang mereka mainkan membuat anak-anak kecanduan dan menjadikan mereka anak yang malas.

Anak-anak di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu saat membaca buku di perpustakaan keliling inisitif karang taruna setempat, Jumat (31/1/2020).
Anak-anak di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu saat membaca buku di perpustakaan keliling inisitif karang taruna setempat, Jumat (31/1/2020). (Tribun Cirebon/Handhika Rahman)

Baru Tamat SMA, Gadis Cantik asal Indramayu Ini Derita Kanker Otot Sejak 6 Bulan Terakhir

Lewat Usaha Kursi Ecobrick, Para Lansia di Indramayu Kampanyekan Manfaatkan Sampah

"Kita baru (memulai perpusatakaan keliling) dari bulan November kemarin dan memang masih baru," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jumat (31/1/2020).

Sakam yang juga tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), mengaku tidak keberatan jika sepeda kesayangannya itu dimodif menjadi perpustakaan keliling.

Dalam hal ini, disampaikan Sakam, agar anak-anak di desanya bisa memiliki fasilitas yang dapat membantu mereka meningkatkan minat membaca.

"Padahal ini sudah sejak zaman Belanda, sudah tidak ada sepeda yang seperti ini lagi," ujarnya.

Sakam berharap, adanya perpustakaan keliling ini menjadi alternatif bagi para anak-anak untuk menimba ilmu.

"Anak sebenarnya sangat senang membaca, cuma mereka seperti yang segan kalau ke perpustakaan umum, makanya kita bikin perpustakaan keliling, alhamdulillah mereka tertarik sekali," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved