Diskusi 100 Hari Kerja Jokowi-Amin: Perlu Kerja Lebih Keras, Ingatkan Pembangunan demi Jiwa Bangsa

Momen 100 hari kerja pemerintahan Jokowi-Amin menjadi alasan GMNI Telkom University, Second House, dan BEM FEB Telkom University menggelar diskusi

Istimewa
Diskusi yang mengusung tema Tantangan dan Capaian dalam 100 hari Pemerintahan Jokowi-Amin digelar atas kerja sama GMNI Telkom University, Second House, dan BEM FEB Telkom University di Warung Kopdar 26, Kota Bandung, Selasa (29/1/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Momen 100 hari kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjadi alasan GMNI Telkom University, Second House, dan BEM FEB Telkom University menggelar diskusi di Warung Kopdar 26, Selasa (29/1/2020).

Diskusi yang  mengusung tema Tantangan dan Capaian dalam 100 hari Pemerintahan Jokowi-Amin, itu mengadirkan pemateri dari beragam kalangan.

Yakni, Ditya Adjie Kusuma selaku Wakabid Ekonomi KNPI Kota Bandung, Rizki Setiawan selaku Ketua Forum Mahasiswa Ekonomi Swasta Bandung Raya, dan Hazeli Arwa selaku Gubernur BEM FEB Telkom University.

Resmikan Terowongan Nanjung di Bandung, Jokowi Sebut Penanganan Banjir Sudah di Jalur yang Tepat

"Konsentrasi terhadap suprastruktur, yang jangan sampai pemerintah menyediakan kebijakan yang belum bisa diterima secara kebijakan, sebagaimana kata Bung Karno;  kita membangun sebuah bangsa bukan hanya perihal ekonomi ataupun teknik tetapi lebih dari itu adalah membangun jiwa bangsa,”  kata Ketua Forum Mahasiswa Ekonomi se-Bandung Raya Rizki Setiawan melalui rilis yang  diterima Tribunjabar.id, Rabu (30/1/2020).

"Indonesia butuh penyadaran, pemikiran rasional, jangan sampai aspektabilitas sosialkultural menjadi sosialkultural yang dogmatis dan tenggalam dalam sentimen yang  mampu mengakibatkan pemerosotan potensi ekonomi yang ada di indonesia dari berbagai sektor. Penyaluran APBN lebih efektif guna menjadi stimulus dalam pertumbuhan PDB dalam sektor industrialisasi domestik," kata Rizki menambahkan.

Presiden Jokowi Resmikan Terowongan Nanjung, ke Lokasi Satu Mobil Bareng Ridwan Kamil

Sementara itu Wakabid Ekonomi KNPI Bandung, Ditya Adjie Kusuma mengatakan 100 hari kerja stabilitas ekonomi harus lebih detail untuk support bidang lain, terutama bidang ekonomi ,harapannya untuk menambah pendapatan negara.

Lebih kreatif mencari jalan lain,mendorong kebijakan ekonomi digital, lebih dijelaskan grand design utk umkm, ekonomi kerakyatan dan pembangunan SDM.

“Ketika membangun suatu negara menghadapi bonus demografi jangan melulu nunggu informasi, tapi hari ini pemuda harus bisa menjemput bola, sehingga ketika tidak cepat-cepat mengetahui potensi diri kita agar tidak cepat tertinggal," katanya.

Sedangkan Ketua BEM FEB Telkom University Hazeli Arwa menyatakan bahwa hingga sekarang ini belum ada gebrakan kuat yang memiliki suatu pembaruan di pemerintah.

"Akibantnya tidak terbangun kepercayaan masyarakat akan pemerintah hari ini. Oleh karena itu saya harap pemerintah bisa bekerja lebih keras lagi mengatur segi hukum dan perekonomian agar menjawab semua jebakan di middle income trap," katanya. (*)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved