Banjir di Baleendah dan Dayeuhkolot Sudah Surut, Tinggal Genangan di Beberapa Wilayah
Namun memang masih terdapat genangan air sekitar mencapai lutut orang dewasa, di kawasan terendam yang berposisi di dalam gang.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Banjir di daerah Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung mulai surut.
Kampung Bojongasing yang sebelumnya terendam banjir hingga mencapai sekitar 2 meter, Rabu (29/1/2020) kemarin sudah surut.
Di Jalan Bojongasing, Dayeuhkolot yang sudah sekitar 5 hari terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 80 cm- 2 meter, kini sudah kering.
Namun memang masih terdapat genangan air sekitar mencapai lutut orang dewasa, di kawasan terendam yang berposisi di dalam gang.
Walau demikian warga Dayeuhkolot tetap waspada dan khawatir akan kembali banjir jika terjadi hujan di wilayahnya dan hujan di wilayah hulu Sungai Citarum atau di Kota Bandung.
Menurut salah warga Bojongasih RT 5 RW 6, Dodi (40), air mulai surut dini hari, tadi pagi masih ada genangan di Jalan Bonongasih tingginya sekitar 20-30 cm.
"Namun tidak lama langsung surut, setelah surut warga langsung kerja bakti," ujar Dodi, saat berada di kampungnya.
Dodi mengungkapkan, cepatnya air yang menggenang kampungnya, mungkin karena dibukanya Terowongan Nanjung, Curug Jompong.
"Mungkin kalau tidak buka tutup terowongannya, banjir di sini cepat surut, tapi mungkin melihat yang di sana, Cililin juga bagaimana efeknya, membahayakan atau tidak," ujar Dodi.
Dodi berharap, dengan diresmikannya Terowongan Nanjung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kemarin, bisa berdampak baik bagi masyarakat.
Selain Curug Jompong pemerintah akan kembali membuat penanggulangan banjir di Cekungan Bandung dengan membuat, kolam retensi di beberapa titik dan Sodetan Sungai Cisangkuy.
"Ya dengan itu, warga mah harapannya cuman tidak ada lagi banjir, jadi usaha kami lancar karena banjir sangat menganggu bahkan saat banjir saya juga gak dagang," ujar Dodi
Begitu juga warga Bojongasih RT 6 RW 14, Eneng Sumaenah (41), mengatakan, dengan adanya beberapa program pemerintah akan penanggulangan banjir, dirinya berharap tidak hanya banjir cepat surut tapi tidak ada banjir.
"Sebab kalau banjir sangat mengganggu aktifitas, kasian anak sekolah, pengeluaran juga jadi lebih banyak," tuturnya.
Eneng mengatakan, memang sekarang surut tapi tetap harus waspada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir-surut-kampung-bojongasih-dayeuhkolot-kabupaten-bandung.jpg)