Jalan Nasional Ciamis-Banjar Sempat Lumpuh, Dua Pohon Tumbang Melintang di Jalan
Jalan nasional Ciamis-Banjar sempat lumpuh sore tadi. Dua pohon tumbang halangi jalan.
Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Arus lalu lintas jalur jalan nasional Ciamis-Banjar sempat terputus sekitar satu jam menyusul tumbangnya dua pohon trembesi.
Pohon itu melintang di ruas jalan jalur nasional di Blok Ciregerendeng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Ciamis, saat hujan lebat disertai angin kencang, Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 15.45.
Dua pohon yang tumbang diterjang angin kencang tak hanya melintang jalan tapi juga menghantam rentangan kabel listrik dan atap dua rumah warga di sisi jalan dekat Masjid As Syukur Cigerendeng.
“Sampai menjelang Magrib listrik masih padam. Hujan masih turun. Tapi arus lalu lintas sudah lancar lagi sejak pukul 17.00 tadi, pohon yang tumbang sudah berhasil dievakuasi,” ujar Wawan Kuswanda (40), guru SMA Cisaga, kepada Tribun Jabar.
Menyusul tumbangnya dua pohon trembesi yang membelintang ruas jalan di dekat Masjid As Syukur Cigerendeng sekitar pukul 15.45, arus lalu lintas jalur selatan Ciamis-Banjar macet total sekitar satu jam.
“Saya tadi mau ke Banjar, tapi balik lagi karena jalur sudah macet. Dari arah Ciamis menuju Banjar maupun dari arah Banjar menuju Ciamis mobil antre tersendat di Cisaga,” katanya.
Relawan Satgas Pusdalops BPBD, Tagana, anggota TNI/Polri datang ke lokasi membantu warga menyingkirkan pohon trembesi yang tumbang.
Sekitar pukul 17.00 arus lalu lintas jalur selatan via Cisaga Ciamis tersebut kembali normal.
“Sekitar pukul 17.00 tadi arus lalu lintas Ciamis-Banjar sudah kembali normal, pohon yang tumbang sudah berhasil disingkirkan,” ujar Kepala BPBD Ciamis, Drs HM Soekiman.
Meski arus lalu lintas Ciamis-Banjar sudah kembali normal dan pohon tumbang sudah disingkirkan, tapi lima anggota Satgas Pusdalops BPBD Ciamis yang diturunkan ke lokasi pohon tumbang tidak langsung ditarik kembali ke Ciamis.
Tim Pusdalops BPBD Ciamis dibawah coordinator Erik Risnandar tersebut masih punya tugas susulan yakni penebang pohon yang sudah miring dan cukup membahayakan di lokasi yang sama.
“Selain ada dua pohon tumbang, masih ada satu pohon lagi yang sudah miring kena angin kencang. Pohon yang sudah miring tersebut terpaksa ditebang karena cukup membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Di Dusun Cipendeuy, Desa/Kecamatan Cimaragas, pada waktu hampir bersamaan setidaknya dua rumah warga tertimpa pohon tumbang termasuk satu kandang ayam.
Hujan lebat juga membuat tebing jalan di Dusun Lebak Lipung, Imbanagara, Ciamis longsor selebar 4 meter dengan ketinggian tebing sekitar 20 meter.
Longsor tebing tersebut mengancam badan jalan Bangsawit-Sadananya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pohon-tumbang-cisaga-ciamis.jpg)