Meski Rumah Berlantai Dua, Warga Baleendah Bandung Tetap Mengungsi, Takut Banjir

Tempat pengungsian korban banjir di Dayeuhkolot dan Baleendah Kabupaten Bandung, mulai dipenuhi warga, Minggu (26/1/2020).

Meski Rumah Berlantai Dua, Warga Baleendah Bandung Tetap Mengungsi, Takut Banjir
Tribun Jabar/Lutfi AM
Suasana Pengungsian di Gedung Inkanas, Baleendah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Tempat pengungsian korban banjir di Dayeuhkolot dan Baleendah Kabupaten Bandung, mulai dipenuhi warga, Minggu (26/1/2020).

Sejumlah warga sudah mulai mengungsi sejak tiga hari lalu.

Satu di antaranya adalah warga Kampung Jambatan, Kelurahan Andir, Baleendah, Kabupaten Bandung, Neti (40),  yang sudah mengungsi ke Gedung Inkanas, Baleendah, sejak tiga hari lalu bersama keluarganya.

Meski rumahnya berlantai dua, Neti tetap memilih mengungsi bersama keluarganya.

"Saya milih mengungsi karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan meski bisa tinggal di lantai dua," ujar Neti, di Gedung Inkanas, Minggu (26/1/2020).

Antisipasi Virus Corona, RSUD Al Ihsan di Bandung Buka Crisis Centre

Selain itu, ia juga khawatir jika air meluap.

"Saat butuh sesuatu juga sulit kalau tinggal di rumah, seperti kalau suami mau kerja, atau mau beli makanan. Soalnya di suaminsaya juga hingga leher , mungkin sekitar 1,7 meter," ucapnya.

Menurut Neti, kini jumlah pengungsi di Gedung Inkanas sebanyak 261 jiwa dari 75 KK, dan kemungkinan bisa bertambah lagi.

"Dari jumlah itu terdapat 36 lansia, 22 balita, 3 ibu hamil, dan 5 ibu menyusui," ucapnya.

Sedangkan Neti, mengungsi bersama suami dan satu anaknya.

Korban Banjir di Kabupaten Bandung Lebih Banyak Tinggal di Rumah Dibanding di Pengungsian

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved