Dayeuhkolot Banjir, Warga Sudah Mengungsi Sejak Semalam, Diperkirakan Bertambah Jika Hari Ini Hujan
"Pengungsi sampai saat ini ada 71 jiwa dari 23 KK, mereka mengungsi tadi malam. Kemungkinan bisa bertambah," ujar Yayan.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan warga Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung kini mengungsi, akibat rumahnya tergenang banjir, kemungkinan pengungsi akan bertambah jika sore nanti kembali turun hujuan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa Dayeuhkolot, Yayan Setiana, di kantornya, Jumat (24/1/2020).
"Pengungsi sampai saat ini ada 71 jiwa dari 23 KK, mereka mengungsi tadi malam. Kemungkinan bisa bertambah," ujar Yayan.
Yayan mengatakan, jika sore nanti turun hujan maka air akan kembali naik, maka pengungsi akan bertambah.
"Di Desa Dayeuhkolot banjir merendam 11 RW ketinggian air mencapai 140 cm," ucapnya Yayan.
Para pengungsi tersebut kini menempati shelter pengungsian Desa Dayeuhkolot. Waraga yang tidak mengungsi kebanyak yang memiliki rumah dua tingkat.
Sebagian warga yang rumahnya terendam air hanya sekitar lutut orang dewasa, mereka sudah mulai beres-beres rumah dan barangnya.
Selain di Dayeuhkolot, menurut informasi terdapat warga Baleendah yang mengungsi di Gedung Inkanas, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Dayeuhkolot Banjir Lagi
Setelah hujan yang terjadi sore hingga dini hari banjir kembali menggenang Kecamatan Dayeuh Kolot dan Baleendah, Jumat (24/1/2020).
Seperti halnya Desa Dayeuh Kolot beberapa RW terendam banjir dengan ketinggian air bervareasi di setiap titiknya.
Kampung Bojongasih menjadi titik yang paling besar direndam banjir, ketinggian air ada yang mencapai 1,5 meter.
Menurut warga Bojong Asih, Dayeuhkolot, Sona (54) air mulai menggenangi kampungnya sejak Magrib kemarin.
"Kemarin semaleman hujan hingga mengakibatkan banjir ini, paling tinggi sekitar 1,5 meter, tapi sekarang sudah mulai surut. Paling air tinggi nya sepinggang (orang dewasa)," ujar Sona, di Bojong Asih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Warga lainnya, Hendra (34) mengungkapkan hal senada, kampungnya mulai digenangi air kemarin menjelang malam.