Kolam Retensi Efektif untuk Pengendalian Banjir, Tidak Harus Luas, Tapi Harus Banyak

Guru Besar dan Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Padjadjaran, Chay Asdak, menilai kolam retensi sangat efektif sebagai pengendali banjir saat mus

Tribun Jabar
Karikatur Kolam Retensi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Guru Besar dan Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Padjadjaran, Chay Asdak, menilai kolam retensi sangat efektif sebagai pengendali banjir saat musim penghujan.

Kolam retensi berfungsi untuk menampung sementara air banjir, kemudian dialirkan kembali setelah puncak banjir terlewati.

Kolam retensi juga memiliki fungsi sebagai lahan konservasi.

"Kolam retensi tidak perlu besar. Bisa kecil-kecil, tapi harus banyak, kemudian kolamnya jangan dibeton bawahnya agar terjadi penyerapan, saya kira efektif sebagai salah satu konsep pengendalian banjir, tapi itu tadi, titiknya harus banyak karena terkait dengan kapasitas tampung dari kolam tersebut," ujar Chay Asdak, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (23/1/2020).

Manfaat Hebat Ubi Jalan untuk Kesehatan, Bikin Kulit Wajah Tambah Sehat sampai Turunkan Berat Badan

Menurut Chay Asdak, kolam retensi juga dapat menjadi fasilitas resapan yang berfungsi menjaga elevasi muka air tanah dan juga kualitas airnya.

Kolam retensi ini pun berfungsi untuk mengontrol parameter debit puncak dan waktu penuntasan, yaitu dengan memotong debit puncak banjir yang terjadi.

"Melihat hujan yang lebat dan kontribusi air yang sangat besar, kolam retensi ini menjadi solusi yang bagus dan bisa efektif, tapi kapasistasnya harus luas dan dibuat di beberapa titik. Apakah cukup dengan satu saja, ya tentunya tidak cukup," katanya.

Secara teknis, ujar Chay Asdak, memang tidak ada ukuran baku untuk pembuatan kolam retensi ini. Intinya, semakin luas dan banyak kolam retensi, maka akan semakin efektif mengendalikan banjir.

Manjakan Pelanggan HRV, Honda Ahmad Yani Gelar HRV Special Week yang Banjir Hiburan

"Harus ada di beberapa titik juga, di tempat lain saya kira harus dibuat lagi diperbanyak kolamnya. Jadi, untuk mengukur seberapa efektivitas itu (kolam retensi) tergantung kapasitas tampung dan banyaknya kolam retensi," ucapnya.

Selain untuk pengendali banjir, sambung Chay Asdak, kolam retensi pun dapat dijadikan tempat wisata, atau dimanfaatkan untuk keperluan pertanian dan kolam ikan.

"Kolam retensi juga biasanya disebut juga kolam kering, karena ketika hujan kolam ini akan menampung air, ketika kemarau airnya bisa disalurkan ke tempat lain, tapi karena ini di kota harusnya tetap terairi dan ditata dengan baik agar jadi tempat wisata," katanya.

Bruno Matos Resmi Dilepas Bhayangkara FC, Semakin Dekat ke Persib Bandung?

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved