Penyebab Kecelakaan Maut di Subang, Rem Tak Berfungsi dan Dimodifikasi Tak Sesuai Standar Pabrik

Direktorat Lalu lintas Polda Jabar sudah mengantongi penyebab kecelakaan maut menewaskan 8 orang di Kampung Nagrog Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupa

Penyebab Kecelakaan Maut di Subang, Rem Tak Berfungsi dan Dimodifikasi Tak Sesuai Standar Pabrik
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
KECELAKAAN MAUT DI SUBANG-Saksi mata, Anjas menunjukkan lokasi bus yang terguling. Bus PO Purnama Sari bernomor polisi E 7508 W di mengalami kecelakaan di turunan Palasari, Kampung Nagrog, RT 21/7, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (18/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktorat Lalu lintas Polda Jabar sudah mengantongi penyebab kecelakaan maut menewaskan 8 orang di Kampung Nagrog Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, pada 18 Januari 2020.

Korban meninggal dan korban luka merupakan penumpang bus PO Purnama Sari, mayoritas warga Kota Depok yang berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu.

"Analisa penyebab kecelakaan, tidak berfungsinya pengereman ‎karena adanya modifikasi yang tidak sesuai dengan buatan pabrik yang menyebabkan pengereman tidak maksimal," ujar Direktur Ditlantas Polda Jabar, Kombes Eddy Djunaedi di Mapolda Jabar, Rabu (22/1/2020).

Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Bertambah Satu

KECELAKAAN MAUT DI SUBANG-Evakuasi bus yang kecelakaan di Ciater Subang. Bus PO Purnama Sari bernomor polisi E 7508 W di mengalami kecelakaan di turunan Palasari, Kampung Nagrog, RT 21/7, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (18/1/2020).
KECELAKAAN MAUT DI SUBANG-Evakuasi bus yang kecelakaan di Ciater Subang. Bus PO Purnama Sari bernomor polisi E 7508 W di mengalami kecelakaan di turunan Palasari, Kampung Nagrog, RT 21/7, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (18/1/2020). (ISTIMEWA)

Penyebab kecelakaan itu didasarkan pada olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian dan menggunakan traffic accident analysis.

"Dari olah TKP dan barang bukti, diperkirakan kecepatan awal kendaraan bus tersebut sekira 80 km/jam. Pada saat titik bentur, berhenti pada kecepatan 51.5 km/jam. Sedangkan geografis jalan, mayoritas turunan panjang dan tikungan dari arah Bandung menuju Subang," ujar dia.

Polisi juga melibatkan agen tunggal pemegang merek Mercedes Benz untuk mengetahui secara jelas terkait kondisi fisik bus.

‎Hasilnya, diketahui adanya modifikasi pada sistem pengereman yang tidak sesuai standar pabrikan Mercedes Benz.‎

Modifikasi itu dilakukan pada katup pengisian empat jalur untuk angin.

Analisis Kecelakaan Maut di Subang, Polda Jabar Kerja Sama dengan TAA Korlantas Polri

"Komponen tersebut seharusnya terbuat dari pipa besi, namun modifikasi menggunakan selang berbahan karet dan tidak dilengkapi alat pengunci. ‎Sebagai ganti dari kunci tersebut, katup diikat menggunakan karet dari ban dalam. Akibatnya, rem yang berfungsi hanya di bagian ban belakang kanan," katanya.

Adapun pihak yang memodifikasi sistem pengereman itu akan diidentifikasi polisi. Salah satunya, dengan memanggil pemilik PO Medal Jaya/Po Purnama Sari.

"Kami akan memanggil Fadli dari PO Purnamasari, melakukan pencarian kepada mekanik yang memodifikasi atau mengubah fungsi rem bus Mercedes Benz E 7508 W," kata dia.

Kemudian, melakukan gelar perkara untuk meningkatkan kasus itu ke penyidikan.

"Lalu menyusun kontruksi pasal yang berkaitan dengan perbuatan tersebut," katanya.

Ternyata Sopir Bus yang Alami Kecelakaan Maut di Subang Sempat Periksa Bus 10 Menit Sebelum Kejadian

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved