Olah TKP Bus Maut di Ciater Selama 24 Menit di 12 Titik, Tak Ada Tanda Bekas Rem
saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kecelakaan bus maut Purnama Sari
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Polisi membutuhkan waktu selama 24 menit saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kecelakaan bus maut Purnama Sari E 7508 W di Turunan Palasari, Kampung Nagrog RT 21/7, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Minggu (19/1/2020).
Pantauan Tribun Jabar, saat olah TKP, polisi menandai jalan dengan garis berwarna putih sebagai tanda awal kejadian tersebut terjadi atau saat pertama kali bus oleng hingga terbalik dan menyebabkan 8 penumpang meninggal dunia.
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Eddy Djuanedi mengatakan, setelah melakukan olah TKP tersebut diharapkan pihaknya bisa segera mengetahui secara pasti dan detail penyebab kecelakaan tersebut.
• Tanggul Sungai Cipanas Indramayu Longsor, BPBD Indramayu Minta BBWS Segera Perbaiki
"Olah TKP tadi ada 12 titik. Dalam satu titik kita memakan waktu dua menit, jadi kalau 12 titik, membutuhkan waktu 24 menit," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Saat melakukan olah TKP, polisi juga melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan cara buka tutup di sekitar Turunan Palasari ini, namun setelah selesai arus lalu lintas kembali normal.
Dalam olah TKP untuk mencari penyebab kecelakaan maut tersebut, polisi menggunakan teknologi 3D Laser System dan Drone.
"Kita masih menunggu, dari alat ini kita nanti melakukan kajian, kita juga di back up dari Korlantas untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD). Mudah-mudahan kita mendapatkan hasil dari olah TKP ini," kata Eddy.
• Kisah Iman, Meraup Rezeki di Tengah Kuburan, Memahat Nama Orang di Batu Nisan
Sebelumnya, Dirgakum Korlantas Polri, Brigjen Pol Kushariyanto mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal pihaknya tidak menemukan bekas rem sama sekali di jalan atau di sekitar lokasi kejadian tersebut.
"Dugaan sementara tidak ada upaya pengereman (dari sopir), jadi kemungkinan remnya blong," ujar Brigjen Pol Kushariyanto saat ditemui di lokasi kejadian.