Modus Baru Peredaran Narkoba, Ribuan Pil Ekstasi Disimpan di Mesin Pompa, Dikendalikan dari Lapas

Sebanyak 5.000 pil ekstasi berwarna ungu diamankan Polrestabes Makassar saat menangkap dua pengedar narkoba di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, M

KOMPAS.COM/HIMAWAN
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat konferensi pers terkait peredaran ekstasi di Makassar, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, MAKASSAR - Sebanyak 5.000 pil ekstasi berwarna ungu diamankan Polrestabes Makassar saat menangkap dua pengedar narkoba di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (15/1/2019) malam.

Sebanyak 5.000 pil ekstasi itu diedarkan dengan cara disimpan dalam mesin pompa air yang didatangkan dari luar Kota Makassar melalui jasa pengiriman laut.

Pelaku berinisial MAI dan AI (45) yang merupakan pemilik toko onderdil di Jalan Daeng Tata.

"Ini awalnya informasi dari masyarakat. Semua ekstasi yang ada di sini dimasukkan ke dalam mesin pompa dan dikirim melalui paket. Karena ada informasi dari masyarakat itu, kita langsung lakukan penggeledahan, ditemukan ekstasi sebanyak 5.000," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Kamis (16/1/2020).

Baru Keluar Penjara Jadi Bandar Narkoba Lagi, Lima Tahun Penjara Kembali Menanti Cimot

Yudhiawan menyebut, AI merupakan residivis kasus yang sama.

Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik, AI kembali ke bisnis narkoba karena sudah tahu jalur dan cara menjalankan bisnis ini.

"Ini pemain lama. Dia residivis bekas napi lapas, dia baru keluar lalu melakukan lagi. Begitu kalau sudah pernah melakukan sudah tahu jalurnya suatu saat pasti akan dilakukan lagi. Ancaman hukumannya akan lebih tinggi lagi karena pernah ditahan dengan hukuman yang sama," ucap Yudhiawan.

Rencananya, pil ekstasi ini akan diedarkan di sejumlah kafe yang ada di Makassar.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 112 ayat 2 atau 114 ayat 2 jo 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal enam tahun penjara maksimal seumur hidup.

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika mengatakan, peredaran narkoba tersebut juga dikendalikan dari dalam Lapas Bolangi, Gowa.

Polisi sudah mengetahui identitas pelaku. Napi tersebut, masih saudara si pemilik toko, AI.

"Napi dengan pemilik toko itu adek kakak. Ai yang merupakan pemilik toko, bengkel jual mesin termasuk mesin pompa air. Baru ini kami tahu. Satu unit dia kirim melalui ekspedisi laut," ujar Diari. (Kompas.com/Himawan)

Dari Joget dan Disiram Air Parit, Gadis Ini Jadi Tersangka, Ketahuan Beberapa Kali Gunakan Narkoba

Sumber: Kompas.com https://amp.kompas.com/regional/read/2020/01/16/19315451/5000-butir-pil-ekstasi-diselundupkan-dalam-mesin-pompa-dikendalikan-dari

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved