Madrasah Diniyah Al Barokah di Tasikmalaya Direhab, Santri Tak Lagi 'Berceceran' di Luar

Siswa Madrasah Diniyah Al Barokah di Tasikmalaya mencapai 150 anak tapi daya tampung hanya 50 anak

Madrasah Diniyah Al Barokah di Tasikmalaya Direhab, Santri Tak Lagi 'Berceceran' di Luar
Tribun Jabar/Firman Suyaman
Rehab madrasah Al Barokah di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya sedang berjalan, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Siswanya mencapai 150 anak tapi daya tampung Madrasah Diniyah Al Barokah di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, hanya 50 anak.

Akibatnya sebagian besar santri terpaksa menimba ilmu agama berceceran di luar. Padahal, mereka adalah anak seusia murid TK hingga SMP, sebagai obyek penerapan ilmu agama sejak usia dini.

"Selain kurangnya ruangan, juga kondisi bangunan pun ala kadarnya. Terbuat dari bilik dan sudah lapuk dimakan usia. Yang penting syiar agama tetap bisa dilaksanakan," kata Ustad Tatang Zaelani, pengelola madrasah, saat ditemui, Kamis (16/1/2020).

Kondisi bangunan seadanya yang berdiri sejak sekitar 25 tahun ini, kini bakal jadi kenangan manis. Pasalnya, bangunan pontren mulai direhab, setelah ditemukan Tim Aksi Reaksi Cepat (ACT) Tasikmalaya.

Pembangunannya sudah berjalan dan diperkirakan sekitar tiga minggu lagi selesai. 

Harga Cabai Terus Naik di Tasikmalaya, Pedagang Belum Tahu Kapan Akan Turun, Tergantung Pasokan

Istri Gubernur Jabar Cek Langsung Kondisi Penderita Stunting di Purbaratu Kota Tasikmalaya

"Tidak disangka, pesantren kami bisa ditemukan ACT karena lokasinya berada di pedalaman, walau sebenarnya jaraknya dekat ke Kota Tasikmalaya," ujar Tatang.

Menurut Tatang, rejeki seseorang memang tidak bisa diprediksi karena memang mutlak kehendak Yang Maha Kuasa.

"Kalau Allah sudah berkehendak, pesantren atau madrasah kami yang tidak terkenal dan berada di pedalaman, akhirnya ketiban rejeki juga," ujarnya dengan nada haru.

Ketua Tim Program ACT Tasikmalaya, M Fauzi Ridwan, mengakui, tidak mudah mencari lembaga pendidikan yang benar-benar membutuhkan bantuan segera. Tim Program harus buka mata pasang telinga untuk melacaknya.

"Alhamdulillah, kami menemukan Madrasah Al Barokah yang kondisinya memang mengkhawatirkan. Bangunannya lapuk dan terbuat dari bilik bambu. Kami targetkan tiga minggu ke depan selesai," kata Fauzi. 

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved