Tanaman Cabai Merah di Argapura Terserang Hama, Petani Akui Hasil Panen Menurun

Petani cabai merah di Blok Banjar, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka mengaku saat ini tanamannya terserang hama.

Tanaman Cabai Merah di Argapura Terserang Hama, Petani Akui Hasil Panen Menurun
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Petani cabai merah di Blok Banjar, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka menunjukkan cabai merah yang busuk terkena hama, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Tatang Tarsono (53), salah satu petani cabai merah di Blok Banjar, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka mengaku saat ini tanamannya terserang hama.

Padahal, dalam waktu satu bulan lagi, kebun cabai yang memiliki luas 2 hektar tersebut akan mulai dipanen.

"Hama memang musuh utama para petani, namun akhir-akhir ini serangan hama lagi gencar-gencarnya, kali ini banyaknya hama ulat buah," ujar Tatang saat ditemui di kebunnya, Rabu (15/1/2020).

Harga Cabai Merah Melambung, Pedagang Cabai Kering di Majalengka Ketiban Rezeki

Dirinya mengaku, serangan hama tersebut mempengaruhi pasokan cabai merah ke pasaran atau pengepul.

Ini menjadi salah satu faktor penyebab, harga cabai merah di pasaran menjadi melambung.

"Ya mungkin saja, karena kami juga yang biasanya panen mendapatkan 15 ton, kali ini turun menjadi sekitar 8 ton setiap panen, ini mungkin yang menjadi harga di pasaran sampai mahal," ucapnya.

Selain faktor hama, lanjut Tatang, turunnya pendapatan jumlah cabai merah juga terjadi karena curah hujan yang saat ini terbilang tinggi.

Harga Cabai di Pasar Sindangkasih Majalengka Tembus Rp 120 Ribu/Kg

Kebanyakan air, menjadi faktor cabai yang sedang ditanam menjadi busuk dan mati.

"Intinya kalau menanam cabai itu, kebanyakan air jangan, kurang air juga jangan, harus seimbang," kata pria yang sudah menjadi petani sejak 2007 tersebut.

Menanggulangi banyaknya hama, Tatang menjelaskan, di beberapa sudut kebun diberikan kantong air yang berisi air yang dicampuri dengan feromon.

Disperindag Jabar Sudah Koordinasi dengan Bulog dan Daerah Penghasil Cabai untuk Turunkan Harga

Feromon sendiri yaitu, sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat untuk para hama untuk hinggap.

"Adanya kantong feromon sendiri bukan untuk mengusir hama, pasti ada yang lolos. Jadi cuma buat meminimalisasikan cabai merah yang mati atau busuk," ujarnya.

Tatang berharap, ke depan dapat benar-benar mengendalikan hama agar tidak lagi menyerang cabai.

Sehingga, dirinya beserta petani lain dapat mendapatkan keuntungan hasil dari bertanam cabai merah.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved