Fosil Gajah Purba Ditemukan di Indramayu

Ada Fosil Gajah Purba, Warga Ciwado Indramayu Berharap Kampungnya Bisa Dikenal

Warga di Kampung Ciwado berharap adanya temuan fosil hewan vertebrata stegodon atau yang umum disebut gajah purba

Ada Fosil Gajah Purba, Warga Ciwado Indramayu Berharap Kampungnya Bisa Dikenal
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu saat melakukan penelitian awal terhadap fosil hewan vertebrata stegodon atau gajah purba di Kawasan Wisata Alam Ciwado di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Warga di Kampung Ciwado berharap adanya temuan fosil hewan vertebrata stegodon atau yang umum disebut gajah purba bisa lebih memperkenalkan nama kampung setempat kepada publik.

Sebelumnya fosil hewan purbakala itu ditemukan warga di Kawasan Objek Wisata Alam Ciwado di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Salah seorang penemu sekaligus warga desa setempat, Unang Herman (38) mengatakan, Kampung Ciwado merupakan kampung yang unik.

Di sana keasrian alam masih terjaga hingga sekarang, hal ini pula yang membuat warga berinisiatif menjadikan Kampung Ciwado sebagai tempat objek wisata alam pada awal tahun 2019 lalu.

"Ke depannya mungkin kira-kira harapannya ingin bisa mengangkat wisata alam yang ada di Ciwado," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (15/1/2020).

Ratu Keraton Agung Sejagat Fanny Aminadia Ternyata Bukan Istri Totok Santosa, Intip Foto-fotonya

Selain itu, di Kampung Ciwado ini diceritakan Unang Herman juga masih meliki tradisi yang unik.

Yakni, jumlah pemukiman warga sejak awal berdirinya Kampung Ciwado selalu berjumlah 40 rumah dan tidak pernah berubah meski sudah banyak warga yang pindah dan menetap di kampung setempat.

Hal unik lainnya, nyaris tidak ditemukan bangunan rumah yang terbuat dari batu bata di sana, seluruh pemukiman itu menggunakan papan kayu jati sebagai material utama membangun rumah.

Penggunaan papan kayu jati itu sudah merupakan tradisi dari para lelulur kampung dan masih terlestarikan hingga sekarang.

"Kampung Ciwado ini juga kaya akan nilai sejarahnya, semoga adanya temuan fosil ini bisa mengangkat nama Kampung Ciwado juga," ujarnya.

Dirinya juga tidak menampik kedepan akan banyak para peneliti yang mendatangi Kampung Ciwado untuk menggali lebih jauh terkait termuan fosil purbakala itu.

Harun Masiku Sudah Jadi Tersangka dan Kini Buron, KPK Baru Ajukan Surat Penetapan Harun Jadi DPO

Warga setempat pun mempersilahkan para ahli untuk meneliti, mereka bahkan meyakini masih ada lagi temuan-temuan purbakala lainnya yang hingga sekarang belum ditemukan di Kampung Ciwado.

"Sepertinya iya kalau dicari bakal ketemu lagi yang lain, ini saja karena tidak sengaja ketemunya," ujarnya.

"Taring besar juga pernah ditemukan di sini, tapi kata warga itu taring babi hutan cuma besar sekali itu ukurannya," lanjut Unang Herman.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved