RESMI 4 Apartemen Jadi Hotel di Jatinangor Ditutup, Satpol PP Sumedang Panggil Semua Manajemen

Sebanyak 4 apartemen yang berubah menjadi hotel di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi ditutup izin operasionalnya

RESMI 4 Apartemen Jadi Hotel di Jatinangor Ditutup, Satpol PP Sumedang Panggil Semua Manajemen
KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH
Tim gabungan Pemkab Sumedang saat sidak sejumlah apartemen di Jatinangor yang diduga beralih fungsi menjadi hotel, Rabu (8/1/2020) siang. Dok. Satpol PP Sumedang. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak 4 apartemen yang berubah menjadi hotel di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resmi ditutup izin operasionalnya oleh Satpol PP Sumedang.

Setelah pekan lalu melakukan inspeksi mendadak, dikutip Tribunjabar.id dari Kompas.com, Satpol PP Kabupaten Sumedang memanggil manajemen keempat apartemen tersebut.

Perwakilan manajemen dari Apartemen Taman Melati, Pinewood, Easton Park, dan Awani Pondokan Studento pun memenuhi panggilan ini, Senin (13/1/2020).

Kepala Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kabupaten Sumedang Bambang Rianto mengatakan, pada intinya, hasil pertemuan hari ini, pihak manajemen sepakat untuk menutup unit hotel yang ada di apartemen.

"Pemanggilan ini untuk menindaklanjuti hasil sidak pekan kemarin. Keempat perwakilan dari manajemen apartemen hadir semua hari ini," ujar Bambang kepada Kompas.com di kantor Satpol PP Sumedang, Senin siang.

Manajemen 4 apartemen di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat penuhi panggilan Satpol PP Sumedang terkait alihfungsi izin apartemen menjadi hotel, di kantor Satpol PP Sumedang, Senin (13/1/2020).
Manajemen 4 apartemen di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat penuhi panggilan Satpol PP Sumedang terkait alihfungsi izin apartemen menjadi hotel, di kantor Satpol PP Sumedang, Senin (13/1/2020). (DOK. Satpol PP Sumedang via KOMPAS.COM/AAM AMINULLAH)

Sepakat menutup hotel

Dalam pertemuan ini, kata Bambang, manajemen apartemen sepakat untuk tidak lagi mengoperasionalkan usaha hotel di dalam apartemen sebelum seluruh perizinannya diperbaharui.

Bambang menuturkan, untuk manajemen Apartemen Taman Melati, pihak pengelola sanggup untuk menghentikan kegiatan fasilitas hotel dan akan memproses perubahan peruntukkan IMB dan proses Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Kesanggupan ini, dituangkan dalam bentuk surat pernyataan yang ditandatangani Building Manager Apartement Taman Melati Jatinangor Dedy Jalesvevanto.

"Dalam hal ini, manajemen Taman Melati melanggar Perda Sumedang Nomor 9 Tahun 2011, tentang Kepariwisataan dan Perda Sumedang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung," tutur Bambang.

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved