Polisi Kejar Pelaku Lain dalam Kasus PNS Majalengka Pengguna Sabu-sabu

Satuan Narkoba Polres Majalengka kini tengah memburu pelaku lain dalam kasus sabu-sabu yang melibatkan

Polisi Kejar Pelaku Lain dalam Kasus PNS Majalengka Pengguna Sabu-sabu
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Kasat Narkoba Polres Majalengka, AKP Ahmad Nasori, saat memberi keterangan soal ASN yang tertangkap memakai sabu, Senin (13/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Satuan Narkoba Polres Majalengka kini tengah memburu pelaku lain dalam kasus sabu-sabu yang melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Majalengka.

Hal ini disampaikan, Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono melalui Kasat Narkoba Polres Majalengka, AKP Ahmad Nasori saat konferensi pers di Mapolres Majalengka, Senin (13/1/2020).

Diketahui, Polres Majalengka berhasil menangkap seorang pelaku berinisial ATH yang mengkonsumsi sabu-sabu pada Senin (6/1/2020).

Pelaku berusia 47 tahun itu berhasil ditangkap di rumahnya di Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, sekitar pukul 04.00 WIB.

Pembangunan Tol Cisumdawu dan Tender Tol Bandung-Tasikmalaya-Cilacap Dipercepat Tahun Ini

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, dua paket sabu-sabu berukuran kecil seberat 0,46 gram dan alat hisap bong serta barang bukti lainnya.

AKP Ahmad mengatakan, pihaknya setelah mendapatkan keterangan dari tersangka, akhirnya menemukan pelaku lain.

Yakni, seorang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan narkotika tersebut.

“Berdasarkan keterangan ATH, bahwa barang haram tersebut, didapat dari salah seorang warga Bandung dan saat ini kita tengah mengejar berinisial U yang saat ini sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar AKP Ahmad.

Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan di Cicendo, Polisi Minta Pelaku Serahkan Diri

Sementara, Kasat Narkoba menyampaikan, bahwa tidak ada lagi ASN atau pejabat lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Jika berdasarkan pengakuan ATH, bahwa sabu-sabu tersebut dipakai untuk konsumsi sendiri. Kendati demikian, kita masih melakukan pengembangan,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 114 ayat 1 Jo pasal 112 ayat 1 UU, RI No 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan maksimal dua belas tahun penjara.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved