Kredit Rumah

Perusahaan BUMN, PT SMF, Sasar Generasi Milenial untuk Kredit Rumah

Jangan Tunda-tunda Ikut Program KPR Rumah, terutama untuk milenial, karena harga properti makin naik dan tidak sebanding dengan gaji di masa depan.

Perusahaan BUMN, PT SMF, Sasar Generasi Milenial untuk Kredit Rumah
tribun jabar/oktora veriawan
TAMU TRIBUN - Direktur PT SMF (Persero), Heliantopo (ketiga dari kanan), berfoto bersama jajaran redaksi dan bisnis Tribun Jabar, saat media visit ke kantor Tribun Jabar, Senin (13/1). 

BANDUNG, TRIBUN - Sejak berdiri 22 Juli 2005, tak banyak masyarakat yang mengetahui mengenai PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Padahal, keberadaan korporasi BUMN ini sangat membantu rakyat Indonesia yang ingin ikut program kredit perumahan rakyat (KPR) yang terjangkau.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur PT SMF, Heliantopo, didampingi Corporate Secretary, Bonai Subiakto, saat berkunjung ke kantor redaksi Tribun Jabar di Jalan Sekelimus Utara 2-4, Bandung, Senin (13/1).
“Kami 100 persen dimiliki Negara RI. Kami bergerak di bidang pembiayaan sekunder perumahan melalui penyediaan dana jangka panjang untuk mendukung sektor perumahan,” kata Heliantopo saat menjelaskan mengenai SMF.
Menurut dia, sangat wajar jika masyarakat tidak mengenal perusahaan BUMN ini. Pasalnya, kata dia, SMF tidak berhubungan langsung dengan masyarakat dalam pemberian KPR karena SMF hanya berhubungan dengan bank penyedia KPR atau dengan perusahaan multifinance. Tapi dengan sokongan bantuan dari SMF, kata dia, bunga KPR bisa lebih rendah, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah.
“Misi kami membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Meningkatkan tersedianya sumber dana jangka panjang bagi sektor perumahan. Dan memungkinkan kepemilikan rumah menjadi terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia,” kata dia.
Untuk tahun ini, SMF mencoba menyasar generasi milenial. Menurut dia, ada kecenderungan milenial menunda mengkredit rumah. Mereka mengaku ingin menikmati upah kerjanya untuk kesenangan dulu, seperti untuk membeli ponsel, traveling, dan belanja gaya hidup. Kalaupun berpikir tentang tempat tinggal, kata dia, milenial lebih pilih sewa atau menkredit apartemen.
“Maka dari itu kami ingin mengedukasi milenial agar segera mengajukan KPR karena jika ditunda-tunda maka uang muka dan cicilan akan semakin mahal. Jika dinantikan gaji yang mereka dapat tidak akan bisa mengejar cepatnya kenaikan harga properti,” kata dia.
Selain itu, pihaknya juga mulai menjajaki kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang informal, seperti ojek online. “Kami membantu masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non fixed income) yang non bankable untuk mendapatkan akses KPR,” kata dia.
Skemanya, kata dia, SMF bekerjasama dengan dua perusahaan multifinance yang sanggup menerima angsuran KPR harian. Persayaratan pesertanya yaitu mitra ojek online yang memiliki rating 4,5 Star dan telah menjadi mitra minimal 1 tahun. Selain itu, penghasilan per bulan dari driver minimal Rp 8 juta per bulan. Suku bunga KPR 12,5% fixed selama 15 tahun.
Pemimpin Redaksi Tribun Jabar Tatang Suherman, didampingi GM Bussiness Tribun Jabar Rahmi Khasya Sarini, News Manager Oktora Veriawan, dan Manajer Online Kisdiantoro, mengatakan, keinginan SMF untuk menyasar generasi milenial sangat sejalan dengan visi misi dari Tribun Jabar. Menurut dia, mayoritas pembaca Tribun baik itu cetak dan digital didominasi oleh kaum milenial.
“Tidak salah jika SMF bersinergi dengan Tribun Jabar untuk sosialisasi kepada kaum milenial. Melalui sosialisasi di Tribun, target yang ingin disasar SMF akan tepat sasaran,” kata dia.(oktora veriawan)

Penulis: Oktora Veriawan
Editor: Oktora Veriawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved