Breaking News:

Berkah Bank Sampah

Bank Sampah Bersinar Mengelola Sampah, Masyarakat Bisa Menabung Sampah di Sana

BANK Sampah Bersinar (BSB) adalah bank sampah yang menawarkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Mereka terus bersosialisasi agar kesadaran masya

Tribun Jabar/Januar P Hamel
Bank Sampah Bersinar di Terusan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. 

BANK Sampah Bersinar (BSB) adalah bank sampah yang menawarkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Mereka terus bersosialisasi agar kesadaran masyarakat terus tumbuh bahwa sampah itu bernilai.

BANK Sampah Bersinar (BSB) berada di Jalan Terusan Bojongsoang, Baleendah,

Warga bisa menabung sampah, berbelanja, dan menjual sampahnya ke bank tersebut. Itu juga yang dilakukan Ismail. Sampahnya ditabungkan di BSB, yang kemudian diambilnya jika dibutuhkan.

Menurut John Sumual (50), Manajer Developmen BSB, untuk menyadarkan betapa sampah itu bernilai, dibutuhkan pendekatan. Masyarakat perlu diubah mindset-nya agar bisa memilah-milah sampah mulai dari awal.

"Jadi, masyarakat diberi pengertian agar memilah sampah yang anorganik dan organik di tempat terpisah. Yang anorganiknya bisa dijual ke kami untuk menjadi tabungan atau berbelanja," katanya di ruang kerjanya, Jalan Terusan Bojongsoang, Jumat (10/1).

Untuk melakukan sosialisasi, BSB membentuk unit-unit di RT-RW, instansi, atau kalangan pedagang. Syarat membentuk unit harus memiliki 20 anggota.

"Setelah ada 20 anggota, mereka membentuk kepengurusan, kemudian kami traning pengurus ini. Ini diawali dengan sosialisasi. Sebelum terbentuk, dikumpulkan orangnya di RT atau di RW. Kami lakukan penyuluhan soal bank sampah," kata John.

Berkah Bank Sampah, Ismail Bersama Tim Menabung Sampah Bisa Berbagi denga Puluhan Anak Yatim

Setelah melalui proses itu, kata John, mereka menentukan jadwal penimbangan. Sampah-sampah yang telah terkumpul kemudian dijemput petugas BSB. "Kalau tidak punya armada, kami jemput. Rata-rata seminggu sekali atau dua minggu sekali," katanya.

Menurut John, banyak unit BSB yang berhasil, seperti unit BSB di Ciganitri dan Bojongsoang.

Ismail (32) satu di antara penglola bank sampah yang berhasil. Dia merasa mendapat berkah ketika bergabung dengan sebuah bank sampah. Kini, bersama timnya, dia bisa berbagi dengan anak yatim yang tinggal di RW-nya, RW 09, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Saat ini ada 35 anak yatim dan 63 orang jompo di lingkungan tersebut.

Ismail bersama anak yatim di sebuah acara di Masjid Assalam, RW09, Manggahang, Baleendah, Kabupaten Bandung, 31 Desember 2019.
Ismail bersama anak yatim di sebuah acara di Masjid Assalam, RW09, Manggahang, Baleendah, Kabupaten Bandung, 31 Desember 2019. (ISTIMEWA)

Dua minggu sekali Ismail bersama timnya memilah sampah-sampah yang terkumpul dari warga RW itu. Setelah terkumpul dan dipilah, sampah itu dijemput bank sampah yang bernama Bank Sampah Bersinar (BSB).

BSB adalah bank sampah yang menawarkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Mereka terus bersosialisasi agar kesadaran masyarakat terus tumbuh bahwa sampah itu bernilai. Masyarakat bisa berbenja, menanabung, dan menjual sampah di sini.

Ismail, Pengurus Bank Sampah Ceria
Ismail, Pengurus Bank Sampah Ceria (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

"Saya tertarik ketika mereka memperkenalkannya di sekolah. Kebetulan saya guru SD Baleendah 4. Mereka memang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Kami bahagia bisa berbagi dengan anak yatim," kata Ismail saat ditemui Tribun di rumahnya, Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (10/1). (januar ph)

Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved