Banjir Bandang di Tasik

3 Orang Terseret Banjir Bandang di Tasik, Bocah 4 Tahun Hilang Lepas dari Gendongan

Sang anak, Natasya (4) hanyut terbawa arus banjir bandang dan hingga Jumat (10/1/2020) petang masih belum diketahui nasibnya.

3 Orang Terseret Banjir Bandang di Tasik, Bocah 4 Tahun Hilang Lepas dari Gendongan
mega nugraha/tribun jabar
Ilustrasi banjir bandang, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Satu keluarga terdiri dari ibu, adik serta anak, terseret banjir bandang saat menyeberang Sungai Cicadas, Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Sang anak, Natasya (4) hanyut terbawa arus dan hingga Jumat (10/1/2020) petang masih belum diketahui nasibnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Wawan R Effendy, membenarkan adanya musibah tersebut.

"Hingga saat ini tim SAR gabungan masih berupaya mencari korban," ujarnya.

Musibah terjadi Kamis (9/1/2020) sekitar pukul 15.30. Saat itu Meli (22) bersama adik kandungnya, Jeri (17), dan anak semata wayang, Natasya, tengah menyeberangi Sungai Cicadas, sehabis ada keperluan di luar kampung.

Saat ketiganya berada di tengah sungai, tiba-tiba dari arah hulu muncul banjir bandang.

Meli dan Jeri yang menggendong Natasya berupaya segera mencapai tepian.

Hujan Deras, Empat Desa di Empat Kecamatan di Indramayu Kebanjiran Kemarin, Ribuan Warga Terdampak

VIDEO Sepeda Motor Pernah Terseret, Warga Cianjur Trauma Seberangi Sungai Cigonggang Saat Meluap

Banjir bandang keburu menyapu mereka. Dalam kondisi tergulung air deras, Natasya lepas dari gendongan Jeri dan langsung hilang ditelan derasnya air sungai berwarna pekat.

"Meli dan Jeri akhirnya berhasil menyeberang sampai ke tepi," kata Wawan.

Aparat Muspika setempat dibantu relawan BPBD dan warga langsung melakukan pencarian. Namun dihentikan sekitar pukul 23.00.

Upaya pencarian dilakukan kembali Jumat pagi, dengan menyusuri sungai dari kedua sisi.

Namun hingga Jumat petang, tim SAR gabungan ini belum berhasil menemukan Natasya.

"Kami prihatin dengan adanya kejadian ini. Kami menandaskan kembali ke aparat pemerintah kecamatan dan desa untuk memperingati warga agar hati-hati menghadapi bencana yang bisa kapan saja terjadi," kata Wawan. 

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved