Diduga Dianiaya Orangtuanya, Bocah 9 Tahun Tewas dengan Tubuh Lebam dan Pendarahan
Dari hasil autopsi, korban mengalami pendarahan di kepala, ulu hati, dan perut, ada luka lebam di muka kanan dan ada sobekan di dagu.
TRIBUNJABAR.ID, KUBU RAYA - Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun meninggal dengan kondisi tubuh penuh memar dan lebam, Selasa (7/1/2020).
Bocah asal Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tersebut diduga menjadi korban penganiayaan orang tuanya.
Dilansir dari Kompas.com, dari hasil autopsi, korban mengalami pendarahan di kepala, ulu hati, dan perut.
Kemudian juga ada luka lebam di muka kanan dan ada sobekan di dagu.
Selain itu, juga ada memar di bagian punggung kiri sampai tangan kiri.
"Setelah autopsi selesai, korban langsung dimakamkan," ujar Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana, Rabu (8/1/2020).
• Jawaban Tedy Suami Lina, Tak Lihat Lebam, Percaya Kematian Istri Sudah Takdir & Tak Ada Kejanggalan
Yani Permana mengatakan, saat ini ibu kandung dan ayah tiri korban telah diamankan di Polsek Kakap untuk proses lebih lanjut.
Yani melanjutkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan gagang sapu yang patah. Dugaanya, gagang sapu itu digunakan untuk menganiaya korban.
• Lina Disebut Pernah Tiga Kali Mati Suri, Keluarga Sempat Minta Jenasah Jangan Dimandikan
Dari pemeriksaan awal, ibu kandung korban mengakui telah menganiaya terhadap korban. Namun, itu dilakukan beberapa waktu lalu.
"Korban diketahui juga sempat demam tinggi, dua sampai tiga hari sebelum meninggal dunia kemarin," ucapnya.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut.
"Belum ada kesimpulan. Kita masih mengurus proses autopsi," tutupnya.
• Plt Bupati Indramayu Ingin Nadran Indramayu Masuk Kalender Event Nasional seperti Tradisi Ngarot