Sembilan Kecamatan di Kabupaten Cirebon Rawan Banjir dan Longsor

Sembilan kecamatan di Kabupaten Cirebon rawan banjir dan longsor. Pemerintah siaga.

Sembilan Kecamatan di Kabupaten Cirebon Rawan Banjir dan Longsor
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi (kanan), Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Arh Adhi Kurniawan (kedua kanan), dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra (keempat kanan), saat mengecek peralatan penyelamatan Basarnas usai Rakor Kesiapan Penanganan Bencana Alam di Mapolresta Cirebon, Jl R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (6/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Cirebon dianggap rawan bencana alam.

Sembilan kecamatan itu ditetapkan rawan bencana dari hasil pemetaan sejumlah pihak, di antaranya, Pemkab Cirebon, Polresta Cirebon, Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, dan lainnya.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, sembilan dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon itu dinilai rawan banjir dan longsor.

"Dari sembilan kecamatan itu enam di antaranya rawan banjir," kata Kombes Pol M Syahduddi saat ditemui usai Rakor Kesiapan Penanganan Bencana Alam di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (6/1/2020).

Enam kecamatan itu adalah, Losari, Ciledug, Lemahabang, Pabuaran, Gegesik, dan Waled.

Ia mengatakan, tiga kecamatan lainnya rawan longsor, yakni Kecamatan Beber, Kecamatan Sedong, dan Kecamatan Greged.

"Rakor ini untuk menetapkan tugas pokok masing-masing unsur yang terlibat dalam penanganan bencana," ujar M Syahduddi.

Selain itu, menurut dia, rakor tersebut juga bertujuan untuk menyamakan persepsi setiap instansi.

Agar saat terjadi bencana alam di Kabupaten Cirebon seluruh stakeholder terkait bisa langsung bertindak sesegera mungkin.

"Termasuk menetapkan langkah-langkah penanganannya nanti, leading sektornya BPBD Kabupaten Cirebon," kata M Syahduddi.

Rakor itu tampak diikuti puluhan petugas dari mulai kalangan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan lainnya.

Usai rakor, Syahduddi bersama Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Arh Adhi Kurniawan, dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, tampak meninjau sejumlah peralatan penyelamatan.

Kronologi Bentrokan Geng Motor di Kota Cirebon yang Akibatkan 2 Pemuda Tewas

Bupati Cirebon Buka Sosialisasi Revitalisasi Posyandu, Garda Terdepan Layanan Kesehatan

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved