Viral, Harimau Benggala di Rumah Sepupu Raffi Ahmad, Diprotes Penyayang Binatang

Sebuah akun youtube bernama Alshad Ahmad menjadi perbincangan publik setelah mengunggah

istimewa
Tangkapan layar dari video, Alshad Ahmad saat bersama harimau benggala di kediamannya Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebuah akun youtube bernama Alshad Ahmad menjadi perbincangan publik setelah mengunggah video berjudul "Datangnya Kucing Oren Si Raja Hutan ke Rumah Gue".

Video tersebut diunggah pada 30 Desember 2019 dan hingga kini telah ditonton sebanyak 2,5 juta kali.

Dalam video berdurasi 15 menit 47 detik tersebut, Alshad Ahmad mulanya menyambut kedatangan harimau dari sebuah truk Mitshubishi bernopol D 8097 CZ.

Puluhan orang terlihat menyaksikan harimau dikeluarkan dari peti seberat 350 kilogram.

"Satu ekor udah dateng, satu ekor lagi. Kita tunggu satu ekor lagi okay?. Makanya pantengin terus youtube gw," ujar sepupu dari artis ternama Indonesia, Raffi Ahmad, dalam video itu, di Kota Bandung, Minggu (5/1/2020).

Sawah dan Saluran Irigasi Longsor di Legoksari Purwakarta, 200 Hektare Sawah Bisa Gagal Tanam

Dalam video, berulang kali Alshad Ahmad mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah mengupayakan harimau benggala itu kembali ke kediamannya di Bandung.

Dari tontonan video tersebut mendapat kritik keras dari Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I Jabar).

"Kurang sepakat, karena mengarah terhadap pendidikan dan asumsi salah kaprah nantinya. Dan orang-orang berduit jadinya berkeinginan hal yang sama. Kami minta dihapus semuanya," ujar Koordinator FK3I, Dedi Kurniawan kepada Tribun Jabar.

Menurutnya, yang boleh mempertontonkan satwa hanya yang mempunyai izin Lembaga Konservasi (LK) dan mempunyai izin peragaan.

Tarif Parkir Motor di Kota Tasikmalaya Naik Jadi Rp 3.000, Mobil Jadi Rp 4.000, Warga Pun Protes

"Apakah tempat ini sudah ada izin tersebut atau hanya penangkaran. Izin penangkaran ini apakah sesuai tata ruang kota? Beberapa pertanyaan akan kami lontarkan kepada BBKSDA pada Senin besok," katanya.

Selain itu, pihaknya menyoroti luasan kandang binatang, tenaga ahli, fasilitas kesehatan, laporan bulanan, hingga asal usul satwa itu dibeli dari siapa dan berapa harganya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved