Sosok yang Dikagumi, Banyak Kalangan Ungkapkan Rasa Duka Kehilangan Gugum Gumbira

Menurutnya, Gugum Gumbira merupakan sosok yang senantiasa ingin terus berinovasi melalui bidang seni yang menjadi keahliannya sejak masa muda.

Tribun Jabar/ Cipta Permana
Rumah Duka Gugum Gumbira 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meninggalnya pencipta sekaligus maestro seniman tari Jaipongan, Gugum Gumbira Tirasondjaja pada usia 74 tahun, Sabtu (4/1/2019) pukul 01.59 WIB di RS Santosa Bandung, mengundang duka bagi berbagai pihak.

Rasa duka cita mendalam pun bukan hanya dirasakan oleh segenap anggota keluarga, tetapi juga para sahabat dan sosok yang mengenal almarhum juga keluarga almarhum, salah satunya Guru Besar Bidang Farmakologi Universitas Padjadjaran, Prof Dr Keri Lestari S.Si, M.Si, Apt.

Menurutnya, Gugum Gumbira merupakan sosok yang senantiasa ingin terus berinovasi melalui bidang seni yang menjadi keahliannya sejak masa muda.

Hal itu terbukti dari keberhasilannya yang mampu mengkolaborasikan antara seni tari dengan seni pencak silat menjadi seni tari jaipongan.

"Selama ini tidak banyak orang yang mampu menciptakan dan mengembangkan sebuah seni yang pada akhirnya dapat langgeng dan di cintai masyarakat. Mungkin pencipta dan pelaku seni tari, dulu sampai sekarang banyak, tapi menciptakan seni tari yang dicintai oleh masyarakat dan kalangenan (disukai dan dipelihara hingga kini), saya kira hanya almarhum," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon. Sabtu (4/1/2020).

Lina Mantan Istri Sule Meninggal, Kuasa Hukum Ungkap Riwayat Penyakit Lina, Bukan Sakit Jantung

Keabadian dan kecintaan dari sebuah seni, lanjutnya hanya dapat dilakukan apabila adanya proses keberlanjutan dari pengembangan yang terus dilakukan secara terus menerus mengikuti perubahan zaman dari sang penciptanya.

"Karena alasan itulah maka wajar bila almarhum layak dinobatkan sebagai salah satu maestro terbaik dari seni Sunda. Terlebih dengan cukup banyak karya almarhum, mulai dari seni tari jaipongan komtemporer sampai modern sampai saat ini, tanpa menghilangkan nilai orisinalitas dari seni tari jaipong tersebut, sebagai salah satu upaya pelestarian budaya sesuai dengan zamannya," ucap Keri.

BERITA DUKA dari Maestro Jaipongan, Gugum Gumbira Meninggal Dunia

Penulis: Cipta Permana
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved