3 Kapal Vietnam Nyaris Ditenggelamkan, Melawan Saat Ditangkap, Dua Kru Ditembak di Pipi dan Kaki

Terjadi perlawanan sengit saat tiga kapal Vietnam yang masuk perairan Indonesia di Wilayah Natuna, ditangkap Polisi Indonesia.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Kisdiantoro
PUSPEN TNI
ILUSTRASI --- Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali melakukan penenggelaman dua unit kapal asing berbendera Papua Nugini yaitu KM Century 4/PNG-051 dan KM Century 7/PNG-069 di perairan Ambon, Minggu, (21/12/2014). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terjadi perlawanan sengit saat tiga kapal Vietnam yang masuk perairan Indonesia di Wilayah Natuna, ditangkap Polisi Indonesia.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Edhy Prabowo, begitu pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, langsung bergerak mengirim orang.

"Kami sudah menangkap 3 kapal Vietnam," ujar Edhy Prabowo, di Parung Serab, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (2/1/2020).

Edhy Prabowo mengatakan, akibat perlawanan yang sangat sengit tersebut dua kapal milik Indonesia mengalami kerusakan.

Tak Setuju Penenggelaman Kapal Asing, Luhut Binsar Pandjaitan Sarankan Begini

"Itu karena ditabrak pelampung kapal dan mesin duanya, maka jalannya agak pelan tapi semua berhasil. Dari data yang saya dapat semua kru mereka ada 36 orang, satu kapal berkeru 5, satau kapal berkru 13, dan satu kapal berkru18 orang," 

Sekarang, kata Edhy, semua kapal tersebut sedang di jalan dibawa ke Pontianak. 

"Dua orang dari Vietnam tertembak di pipi dan kakinya, sekarang sedang dirawat," kata dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi lokasi budidaya Lobster di Lombok
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi lokasi budidaya Lobster di Lombok (KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)

Edhy, mengaku nanti dirinya insya Alloh hari Senin akan ke Pontianak, ntuk menyambut anak-anak yang luar biasa.

"Sampai saat ini kamk sudah menangkap 6 kapal (asing) sejak saya dilantik," ujar dia.

Edhy mengaku, pihaknya akan menyerahkan kepada pengadilan, nanti dari pengadilan seperti apa, kalau bisa diserahkan ke masyarkat, lembaga pendidikan, atau kementerian lain yang membutuhkan.

Bencana Awal Tahun di Jabar, 7 Meninggal karena Longsor dan Banjir, 4 Ribu Rumah Terendam Banjir

"Kalau kata saya, yang bagus (diberikan) ke tempat pendidikan nelayan, selain sekolah tempat alat praktek," jata Edhy.

Saat disinggung tidak akan menenggelamkannya, Edhy tersenyum.

"Kalau dia lari, akan kita tenggelamkan," ucapnya.

Ratusan Kapal Asing Sudah Ditenggelamkan

Hingga saat ini, Tim Satgas 115 di bawah komando Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Susi Pudjiastuti, telah menenggelamkan 488 kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia.

Menteri Susi mengklaim telah menertibkan permasalahan kota terapung yang telah terjadi di wilayah perairan Indonesia sejak dari tahun 2001.

"Sejak 2001 ada banyak ribuan kapal pencuri ikan asing yang beroperasi bebas di laut Indonesia. Kalau malam, di laut itu seperti Negara Terapung di laut kita, yang diisi oleh kapal pencuri ikan," jelas Susi saat memberikan kuliah umum di depan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Kamis pagi (23/8/2018).

Penenggelaman, jelas dia, merupakan upaya penertiban terhadap para pencuri ikan yang merugikan sumber daya alam Indonesia.

 Tol Dalam Kota Bandung Bakal Hubungkan Tol Pasirkoja dengan Jalan Surapati

Melalui upayanya tersebut, Susi mengklaim akan membuat kapal-kapal asing yang tak memiliki izin berpikir kembali untuk mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Saat ini, perairan Indonesia merupakan perairan yang ditakuti kapal-kapal asing yang berusaha mencuri ikan di perairan kita," ujarnya.

Melalui langkah penenggelaman kapal-kapal pencuri asing, disebut Susi, berimbas pada kembalinya pasokan ikan di perairan Indonesia.

"Sekarang sudah mulai lagi banyak ikan di perairan kita, karena kapal pencuri ikan sudah berkurang," ujarnya.

Bukan saja merugikan bagi para nelayan, kata Susi, aksi pencurian ikan juga merugikan negara.

 Ini Kata Presiden Jokowi Setelah Divonis Bersalah Atas Bencana Asap di Kalimantan

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved