Tak Setuju Penenggelaman Kapal Asing, Luhut Binsar Pandjaitan Sarankan Begini

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menyarankan kapal asing yang kedapatan mencuri ikan sebaiknya disita negara, bukan dit

Tak Setuju Penenggelaman Kapal Asing, Luhut Binsar Pandjaitan Sarankan Begini
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke kawasan DAS Citarum, Kabupaten Bandung, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menyarankan kapal asing yang kedapatan mencuri ikan sebaiknya disita negara, bukan ditenggelamkan.

Ia mengatakan bahwa kapal asing yang disita bisa digunkan untuk dimanfaatkan nelayan Indonesia.

“Kapal asing kalau saya yang miliki, atau buatan asing sudah dimiliki kami (pemerintah), ya kapal Indonesia, ngapain ditenggelamin? Sekarang gini, ada orang sudah beli mobil mahal masa karena buatan asing ditenggelamin,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Sidak Angkutan Natal dan Tahun Baru, Dirut PT KAI Pastikan Keamanan di Daerah Rawan Banjir

Luhut menambahkan, setelah kapal pencuri ikan itu ditangkap, lebih baik dibawa ke ranah hukum. Setelahnya, kapal itu bisa dimanfaatkan oleh para nelayan Indonesia.

“Kita akan lanjut putusan pengadilan, nanti dibicarakan Menteri Keuangan diapakan, apakah dikasihkan kepada koperasi nelayan atau (diberikan) ke pendidikan kelautan. Daripada kita bikin baru lagi,” kata Luhut.

Kendati tak ditenggelamkan, Luhut membantah bahwa sikap tersebut merupakan bentuk pelemahan pemberantasan illegal fishing.

“Dilihat efisiensinya apakah penenggelaman itu diperlukan? Kalau dia lari ya itu (penenggelaman kapal) kita lakukan. Jangan salah ya, jangan dipikir kita lunak, enggak lunak kok,” ucap dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebelumnya ingin agar kapal-kapal pelaku illegal fishing diberikan kepada nelayan daripada ditenggelamkan.

Desainer Astri Lestari, Hadirkan Gaya Pakaian Tanpa Batasan Gender

Edhy mengatakan bahwa ia lebih fokus pada pembinaan serta menyejahterakan nelayan Indonesia.

Meski begitu, penenggelaman kapal bisa saja dilakukan, khususnya bagi kapal-kapal yang melarikan diri saat ditindak.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved