Masuk Musim Hujan, Dinkes Purwakarta Belum Terima Laporan Warganya yang Terjangkit DBD
Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta belum menerima atau mencatat warga yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta belum menerima atau mencatat warga yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) sejak awal musim hujan di Desember ini.
Kepada Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Purwakarta, Muh Zubaedi, mengatakan Desember sebagai awal musim hujan pihaknya belum ada laporan soal kasus DBD di Purwakarta. Padahal, curah hujan meningkat di Purwakarta.
"Di puskesmas-puskesmas dan RSUD juga belum ada kasusnya (DBD)," ujarnya, Jumat (27/12/2019).
Belum adanya kasus DBD di Purwakarta, lanjut Zubaedi menjadi bukti bahwa perilaku sehat masyarakat Purwakarta mulai meningkat.
"Kini, warga sudah jauh lebih peduli dan sadar akan kebersihan lingkungan di sekitarnya," ujarnya seraya mengimbau warga masyarakat agar melaksanakan Germas (gerakan masyarakat sehat).
• PERJALANAN Omid Nazari di Persib Bandung yang Kini Merasa Salut dan Sebut Bobotoh Luar Biasa
Pihaknya juga di Dinkes Purwakarta baru-baru ini terus menggalakkan sosialisasi perilaku hidup sehat ke masyarakat guna mencegah penyebaran berbagai penyakit, terlebih penyakit yang biasa ada di musim hujan.
"Awal tahun biasanya jadi waktu meningkatnya kasus DBD. Semoga kejadian (DBD) tak terulang tahun ini. Yuk terus jalankan perilaku hidup sehat utama soal kasus DBD, ingat metode 3M, menguras, menutup, dan mengubur," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika terus menerus mengingatkan ke warganya agar berperan aktif mengendalikan dan mencegah penyebaran DBD.
• Jumsih Serentak, Puluhan Orang Bersihkan Balai Kota Cirebon hingga Gedung BAT
"Penyebaran DBD ini bukan hanya karena perubahan cuaca tapi bisa karena pola hidup masyarakat yang kurang sehat, sehingga tubuh mudah terjangkit virus yang dibawa nyamuk," katanya.
Pencegahan penyakit DBD, Anne menyebut tak cukup sekedar fogging. Sebab, cara seperti itu hanya sebatas membasmi nyamuk-nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya masih tetap hidup.
"Mari bersama-sama galakan kembali bebersih dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat," ujar dia.