Jumat, 10 April 2026

Berteduh di Rumah Pengolahan Kayu, 5 Pekerja di Bogor Tersambar Petir, 2 Tewas

Dua orang pekerja rumah pengolahan kayu, Kampung Anyar Sari, Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Bogor, tewas akibat tersambar petir, Kamis (26/12/20

Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar
Ilustrasi tersambar petir 

TRIBUNJABAR.ID, KABUPATEN BOGOR - Dua orang pekerja yang berteduh di rumah pengolahan kayu, Kampung Anyar Sari, Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Bogor, tewas akibat tersambar petir, Kamis (26/12/2019).

Sedangkan tiga pekerja lainnya mengalami luka dan masih dirawat di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di rumah pengolahan kayu, Kampung Anyar Sari, Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Semua berawal saat lima warga hendak beristirahat usai bekerja menggergaji kayu sekitar pukul 17.00 WIB.

Kabar Gembira, Running Man Versi Indonesia Segera Diproduksi dan Tayang

Namun, hujan lebat mengguyur wilayah Jasinga sehingga kelima pekerja berteduh di dalam rumah pengolahan kayu itu.

Saat itulah, petir menyambar rumah tersebut termasuk kelima pekerja di dalamnya.

Akibatnya, dua orang meninggal dunia atas nama Ratiman (53) dan Juned (31).

Sementara tiga lainnya mengalami luka-luka yakni AR (40), IJ (32), dan AL (5).

"Iya (tersambar petir), saat lagi istirahat selesai (kerja) memotong kayu," ujar Kapolsek Jasinga, AKP Lukito Sadoto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/12/2019).

Lukito mengatakan, saat kejadian seorang saksi mata di sekitar lokasi menaruh curiga karena sebelumnya melihat kilatan petir menyambar salah satu rumah.

Benar saja, saat saksi mata melihat ke dalam rumah ternyata kelima orang sudah dalam kondisi tergeletak di tanah.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawa para korban dibantu warga.

Dihubungi terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Bogor, menjelaskan, petir yang menyambar sejumlah pekerja hingga tewas disebabkan karena loncatan listrik di dasar awan cumulonimbus (CB).

Akibat AC Jatuh Menimpa 8 Penumpang, 2 Gerbong Kereta Lokal Bandung Raya Dikosongkan

Prakirawan Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Bogor, Asep Firman Ilahi menyebutkan, BMKG sudah mengeluarkan peringatan akan potensi hujan lebat di wilayah tersebut.

Menurut pantauan radar cuaca saat itu, sejak pukul 14.00 WIB sudah terdeteksi pertumbuhan awan cumulonimbus.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved