Gerhana Matahari Cincin

Observatorium Bosscha dan Imah Noong Ajak Warga Amati Gerhana Matahari di Lapangan Sinapeul

Observatorium Bosscha dan Imah Noong mengajak masyarakat umum mengamati proses terjadinya gerhana matahari cincin

Observatorium Bosscha dan Imah Noong Ajak Warga Amati Gerhana Matahari di Lapangan Sinapeul
Tribunjabar/Fasko Dehotman
Observatorium Bosscha dan Imah Noong Ajak Warga Amati Gerhana Matahari di Lapangan Sinapeul 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Observatorium Bosscha dan Imah Noong mengajak masyarakat umum mengamati proses terjadinya gerhana matahari cincin.

Pengamatan diadakan di Lapangan Sinapeul, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (26/12/2019) siang.

Masyarakat yang datang berkesempatan menyaksikan langsung fenomena alam itu melalui tiga tipe teleskop. Di antaranya RC 10 inchi, Refraktor 80 mm, dan Refraktor 60 mm.

Melalui ketiga teleskop tersebut, proses gerhana matahari cincin bisa disaksikan lebih jelas dengan beberapa sudut pandang.

Di lapangan Sinapeul, masyarakat tampak antusias saat detik-detik munculnya gerhana matahari cincin.

Masing-masing dari mereka, silih berganti meneropong gerhana matahari melalui teropong bintang yang telah disediakan oleh pihak Boscha dan Imah Noong.

Ini Deretan Pemain yang Layak Gantikan Ezechiel, Kata Supriyono Prima, Ada Jebolan Diklat Persib

Tidak sekadar mengamati, beberapa orang turut mengabadikan momen gerhana matahari itu melalui kamera ponsel mereka secara bergiliran.

Proses terjadinya gerhana matahari sebagian yang diambil dari teleskop Refraktor 80 mm.
Proses terjadinya gerhana matahari sebagian yang diambil dari teleskop Refraktor 80 mm. (Tribunjabar/Fasko Dehotman)

Meski gerhana matahari cincin sempat ditutupi awan mendung, tidak mengurangi antusias masyarakat untuk menyaksikannya.

Astronom Observatorium Boscha, Agus Triono PJ, mengatakan, kegiatan mengamati gerhana matahari cincin ini dimulai pukul 11.00.

Menurutnya, pada waktu tersebut adalah proses awal terjadinya gerhana, ketika penampang matahari mulai tertutup oleh bayangan bulan.

"Puncak gerhana matahari sebagian di Jawa Barat terjadi pada pukul 12.30. Sedangkan akhir gerhana terjadi pukul 14.15," kata Agus kepada Tribun Jabar, ditemui di sela-sela kegiatan tersebut.

Khusus fenomena gerhana matahari sebagian, Agus menjelaskan, hal tersebut terjadi karena posisi daerah Jawa Barat yang tidak satu garis lurus dari bayangan bulan. Sehingga yang terlihat hanya gerhana matahari sebagian.

Dituntut Dua Bulan Penjara Atas Kasus Penembakan Kontraktor, Ini Pembelaan Anak Bupati Majalengka

Agus menambahkan, masyarakat yang menyaksikan dan mengamati gerhana matahari sebagian di Lapangan Sinapeul, turut didampingi oleh sejumlah mahasiswa dari jurusan Astronomi, Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Para mahasiswa itu turut membantu menuntun masyarakat mengatamati proses gerhana matahari sebagian melalui ketiga teleskop yang tersedia di sini. Bahkan mereka juga menjelaskan kepada warga tentang fenonema alam tersebut," ujar Agus.

Penulis: Fasko dehotman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved