Ini Naskah Khutbah Shalat Gerhana Matahari Cincin

Menurut Plh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), pelaksanaan salat gerhana menyesuaikan waktu gerhana matahari di wilayah masing-masing.

Ini Naskah Khutbah Shalat Gerhana Matahari Cincin
Kolase hamalatulquran.com/pixabay
fenomena gerhana dalam Islam 

TRIBUNJABAR.ID - Orang-orang di sebagian wilayah di Indonesia dapat menikmati fenomena langka Gerhana Matahari Cincin, Kamis (26/12/2019).

Umat Islam diimbau untuk melaksanakan shalat gerhana matahari secara berjemaah atau sendirian.

Menurut Plh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), pelaksanaan salat gerhana menyesuaikan waktu gerhana matahari di wilayah masing-masing.

Dilansir dari Tribunnews.com, diperkirakan, awal gerhana terjadi pada pukul 10.34 WIB, puncak gerhana terjadi pukul 12.17 WIB, dan akhir gerhana pada pukul 14.00 WIB.

Setelah salat, Imam lantas menyampaikan khutbah kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya.

Tribunnews.com memberikan contoh naskah khutbah shalat Gerhana Matahari Cincin dari Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Selain menjadi Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin juga menjadi anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Berikut naskah khutbah shalat Gerhana Matahari Cincin yang Tribunnews.com kutip dari laman blog milik Thomas Djamaluddin:

Ayat Al-Quran
Ayat Al-Quran (Istimewa/Thomas Djamaluddin)

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS Yunus:5)."

Jamaah Rahimakumullah,

Halaman
1234
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved