Karena Rumahnya Gedong Dua Lantai, Tapi Ditempeli Stiker Keluarga Miskin, Warga Ini Jadi Sorotan
Rumah warga di Klaten jadi sorotan lantaran rumahnya gedong dan berlantai dua, namun ditempeli stiker keluarga miskin, begini ceritanya.
Terpisah, Koordinator Kabupaten PKH Klaten, Theo Markis menjelaskan, BPNT di Klaten dimulai Oktober 2018. Sedangkan saat itu, rumah dua lantai milik Erna belum terbangun.
"Dari informasi yang diterima baru dibangun setahun terakhir. Artinya, kalau ditarik mundur Oktober 2018 rumah itu belum ada," katanya.
Menurut dia, rumah dua lantai yang ditempati Erna dan keluarganya dibangun dengan bantuan dari adiknya yang bekerja sebagai TKI di Jepang.
Material sisa pembangunan kemudian dilimpahkan kepada Erna.
• Suami Istri Pembuat Roti di Kulonprogo Bagikan Bingkisan Natal Tanpa Pandang Agama Setiap Tahun
"Adiknya bangun rumah di lokasi berbeda. Ada sisa material dilimpahkan kepada kakaknya (Erna). Akhirnya digunakan untuk membangun rumah itu. Rumah itu memang belum jadi," terang dia.
Pihaknya mengaku, sudah melakukan konfirmasi terkait pengunduran diri pemilik rumah dua lantai tersebut dari kepesertaan penerima bansos dengan ditandai berita acara mundur secara sukarela.
"Setelah menandatangi berita acara pengunduran diri itu kemudian dilepas stiker keluarga miskin yang terpasang di rumahnya Bu Erna," ucap dia. (Labib Zamani)