Pedagang di Pasar Sumber Cirebon Keluhkan Keberadaan PKL di Jalan Dewi Sartika

Pantauan Tribun Jabar, mulai dari sekitar simpang tiga antara Jalan Dewi Sartika dan Jalan Pangeran Kejaksan, bahu jalannya digunakan sebagai lapak un

Pedagang di Pasar Sumber Cirebon Keluhkan Keberadaan PKL di Jalan Dewi Sartika
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sejumlah pedagang di Pasar Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di Jalan Dewi Sartika atau di sekitar Pasar Sumber. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sejumlah pedagang di Pasar Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di Jalan Dewi Sartika atau di sekitar Pasar Sumber.

Pantauan Tribun Jabar, mulai dari sekitar simpang tiga antara Jalan Dewi Sartika dan Jalan Pangeran Kejaksan, bahu jalannya digunakan sebagai lapak untuk menjual berbagai kebutuhan rumah tangga.

Suryadi (50), pedagang Pasar Sumber, mengatakan bahwa keberadaan para PKL yang berada di bahu jalan tersebut dianggap sebagai penyebab penurunan jumlah pendapatan pascakebakaran beberapa waktu lalu.

"Suasana di dalam sepi, karena pembeli mungkin lebih memilih berjualan di luar. Lebih mudah, cukup parkir di luar saja," kata Suryadi di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (23/12/2019).

Libur Natal 2019, 6 Kantor Cabang BNI Kantor Wilayah Bandung Beroperasi Terbatas

Suryadi mengatakan, pedagang yang berjualan di bahu jalan tersebut pun sebagian besar merupakan pedagang baru dan bukan pedagang Pasar Sumber sebelum kebakaran melanda.

"Kalau pedagang lama semuanya di dalam, sudah punya kios sendiri," katanya.

Seorang pedagang yang berjualan di bahu jalan, Marsitah (36), ‎mengatakan bahwa ia semula berjualan di pasar darurat yang berada di Jalan Sultan Agung.

Namun setelah pembangunan Pasar Sumber selesai, tidak bisa berjualan karena tidak mendapat lapak.

"Bayangkan saja, pasar tidak besar, tetapi pedagangnya banyak. Ya sudah jualan di jalan saja," kata Marsitah.

Marsitah menuturkan bahwa berjualan di bahu jalan, diakuinya lebih menguntungkan, karena pembeli secara langsung bisa membeli kebutuhan yang diinginkan tanpa harus memarkirkan kendaraan.

Kendati begitu, kata Marsitah, ia menginginkan berjualan di tempat yang layak dan tidak menganggu kenyamanan pengendara, untuk mendapat keuntungan lebih.

"Kalau bisa, pasarnya harus dibesarkan biar semua pedagang bisa masuk," katanya.

Libur Natal 2019, 6 Kantor Cabang BNI Kantor Wilayah Bandung Beroperasi Terbatas

Bayi Ditemukan Tewas dalam Ember di Pesantren di Magetan, Santri Sempat Tak Akui Melahirkan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved