Jajanan Tradisional Indramayu Jadi Buruan di Peringatan Hari Ibu, Jadul Tapi Masih Jadi Primadona
Ada beragam tradisional yang dijajakan, di antaranya onggol-onggol, krawu, klepon, blendung, kacang rebus, getuk, dan masih banyak lagi.
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Beragam jajanan tradisional khas Kabupaten Indramayu dihadirkan dalam peringatan Hari Ibu Tahun 2019.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu bersama Rumah Aspirasi Ono Surono (RAOS) di Gedung PGRI Kabupaten Indramayu, Minggu (22/12/2019).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Sahali mengatakan, jajanan tradisional ini sengaja dihadirkan untuk mengingatkan kembali bahwa Kabupaten Indramayu memiliki banyak sekali ragam jajanan kuliner tradisional.
"Jajanan tradisional ini gratis, semuanya merupakan buatan para ibu," ujarnya.
Ada beragam tradisional yang dijajakan, di antaranya onggol-onggol, krawu, klepon, blendung, kacang rebus, getuk, dan masih banyak lagi.
Pantauan Tribuncirebon.com, jajanan tradisional itu menjadi buruan dari ratusan peserta yang hadir dalam peringatan Hari Ibu.
Para peserta dari berbagai kalangan usia itu bahkan rela berdesak-desakan mengantre jajanan tradisional yang sudah disediakan.
• LIVE STREAMING TV Online, Laga Persib Bandung VS PSM Makassar, Pertandingan Penutup Maung Bandung
Dari sekian banyaknya jajanan tradisional itu, semuanya langsung ludes hanya dalam hitungan waktu sekitar 15 menit saja.
Rupanya, meski dikategorikan jajanan zaman dahulu, namun jajanan-jajanan ini masih menjadi primadona masyarakat.
Sahali menyampaikan, tidak hanya jajanan tradisional saja. Pihaknya juga menyediakan beragam permainan tradisional, seperti bakiak, jangkungan, dan lain-lain.
• Petugas Damkar Berusaha Padamkan Api Setelah Melalap 11 Rumah di Astana Anyar Bandung
"Ada juga kegiatan bakti sosial, seperti pemberian biskuit untuk ibu hamil, check kesehatan gratis, dan masih banyak lagi," ucap dia.
Sementara itu seorang perserta asal Kecamatan Indramayu, Siti Karomah (20) mengatakan, penasaran ingin mencicipi jajanan tradisional.
"Sudah lama tidak nyoba, sudah jarang yang jual juga," ujarnya.
• Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Bangunan Madrasah Bani Usman di Purwakarta Ambruk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jajanan-tradisional-di-indramayu.jpg)