Empat Sekawan Pembobol 20 Mesin ATM Setor Tunai Ditangkap
Kepada penyidik, keempatnya mengaku membobol mesin ATM setor tunai, di antaranya di Perum Abdi Negara, Borma Cikutra, hingga Sindangsari.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Empat sekawan ini kompak saat beraksi kejahatan di Kota Bandung selama 1 bulan terakhir.
Ada Andri Ginanjar (32), Nijar Ahmad Jawari (19), Deni Alibasah, dan seorang perempuan Maratus Solihah.
Saat ini, ke empatnya mendekam di tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung di Jalan Jawa, seusai ditangkap pekan lalu di sejumlah tempat di Kota Bandung, salah satunya di Kecamatan Sukasari.
"Mereka mencuri uang di dalam mesin ATM setor tunai dengan cara dibobol," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema di kantornya, Jalan Merdeka Kota Bandung, Minggu (22/12).
Tidak tanggung-tanggung, dalam 1 bulan terakhir, tidak sedikit mesin ATM setor tunai yang dibobol. Lokasinya di berbagai titik di wilayah Bandung Raya, seperti Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung.
"Hasil pemeriksaan, mereka sudah membobol 20 mesin ATM yang khusus menyediakan setor tunai. Mereka ditangkap berdasarkan rekaman CCTV," ujar Irman.
• Antisipasi Kekerasan Terhadap Perempuan Menggunakan Satu Jari, Ini Maksudnya
Kepada penyidik, keempatnya mengaku membobol mesin ATM setor tunai, di antaranya di Perum Abdi Negara, Borma Cikutra, hingga Sindangsari.
"Dilakukan malam hari dengan berkelompok. Satu orang berperan sebagai eksekutor dan selebihnya mengawasi situasi sekitar," kata Irman.
Dari empat sekawan itu, Deni Alibasah pemimpinnya. Ia berperan sebagai eksekutor dan menyuruh ketiga rekannya yang lain untuk mengawasi.
"Hanya mesin ATM yang setor tunai saja. ATM biasa enggak bisa. Seingat saya ada 20 mesin ATM. Saya yang cungkil pakai obeng dan linggis. Kadang dapat Rp 500 ribu, Rp 1 juta paling besar Rp 12 juta," ujar Deni.
• Hengky Kurniawan Pindah ke PDIP, Sekretaris DPC PDIP KBB : Mungkin Ada Potensi yang Lebih Strategis
Sebagai gambaran, ia hanya membobol mesin ATM setor tunai karena paling mudah. Mereka mencungkil celah di mesin ATM.
"Celah kecilnya saya cungkil lalu dibongkar. Nah uangnya masih ada disana kalau baru menerima setor tunai, tidak langsung ke boks penyimpanan. Bagian atasnya dikorek-korek," ujarnya.
Jadi, uang yang diambil bukan uang yang berada di boks baja tempat penyimpanan uang di dalam mesin ATM. Melainkan, di atas boks penyimpanan uang.
"Jadi kalau setor tunai, uangnya tidak langsung masuk ke boks penyimpanan, tapi di ruang kecil. Dikorek-korek, diambil satu persatu. Dari uang yang diambil, ia bagi rata dengan teman-temannya," ujar Deni.
Kekompakan empat sekawan melakukan kejahatan itu terhenti. Ia dijerat Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman di atas 5 tahun.
• Pedagang Kopi Asongan di Padalarang Jadi Korban Penembakan, Diduga Salah Sasaran