Persib Bandung
LIGA 1 PERSIB Bandung VS PSM Makassar - Hariono, Ikon Persib Bandung Itu Pergi
Hariono boleh dibilang satu di antara ikon Persib Bandung selama satu dekade terakhir.
Penulis: Tarsisius Sutomonaio | Editor: yudix
Hal itu bisa terlihat dari statistik sang pemain dari musim ke musim.
Pada musim 2009/2010, misalnya, Hariono tampil pada 30 laga dan selalu menjadi starter.
• Bursa Transfer Liga 1 2020, Yevhen Bokhashvili ke Persib Bandung, Paulo Sergio ke Persija Jakarta
• Menghitung Peluang Persib Bandung Tembus 3 Besar Liga 1 2019, Mampukah?
Di musim 2013, dia masih bisa mengukir cacatan yang serupa.
Hariono membuat 31 penampilan bersama Persib Bandung dan jadi starter dalam 30 pertandingan.
Performa Hariono mulai menurun pada musim 2016 seiring tak lagi selalu jadi pilihan utama.
Dia tidak hanya 'berbagi' jam terbang dengan Dedi Kusnandar yang didatangkan dari Sabah FA pada 2019.
Sejak musim yang sama, Hariono juga harus bersaing dengan Kim Kurniawan yang dibawa Dejan Antonic.
Sebenarnya, dari tipe permainan, Hariono merupakan gelandang bertahan klasik.
Ia adalah gelandang bertahan murni.
Karena tugas murni mematikan serangan lawan itulah, ia disebut gelandang pengangkut air.
Ia berbeda dengan Kim Kurniawan dan Dedi Kusnandar yang dapat memainkan peran ganda sebagai gelandang bertahan juga gelandang serang.
Di skuat Liga 1 2019, para pemain muda untuk posisi tengah pun bermunculan. Ada Abdul Aziz, Gian Zola, dan Beckham Putra.
Dikutip dari soccerway.com, jam terbang Hariono pun terus berkurang dalam tiga musim terakhir.
Tak hanya itu, sang pemain pun makin sering berada di bangku cadangan.
Bersama Robert Alberts selama Liga 1 2019, Hariono hanya tampil 20 kali dalam semusim.