PT Charoen Pokphand Indonesia-ITB Kerja Sama Kembangkan Teknologi Pengering Jagung

PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penelitian

PT Charoen Pokphand Indonesia-ITB Kerja Sama Kembangkan Teknologi Pengering Jagung
Tribunjabar.id/Siti Fatimah
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi salah satunya mengembangkan Mobile Corn Dryer atau sebuah alat pengering jagung. 

TRIBUNJABAR. CO. ID, BANDUNG - PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi salah satunya mengembangkan Mobile Corn Dryer atau sebuah alat pengering jagung

Kerja sama ini diawali dengan penandatanganan MoU antara PT CPI yang dilakukan langsung oleh Presiden Komisaris PT CPI, T Hadi Gunawan dengan Rektor ITB Prof.Dr.Ir. Kadarsah Suryadi, DEA di ruang Rapim Gedung Rektorat ITB Bandung, Selasa (17/12/2019).

T Hadi Gunawan, Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan ITB untuk mengembangkan Mobile Corn Dryer yakni alat pengeringan jagung.

Bangun Business Lab, JNE dan SBM ITB Berkomitmen Cetak Entrepreneur Masa Depan

"CPI menyadari keterbatasan ilmu dan teknologi yang dimiliki, bersama dengan ITB kami yakin dapat mewujudkan inovasi MCD terbaru agar Mobile Corn Dryer ini dapat bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan petani jagung Indonesia,” katanya.

PT CPI berupaya terus melalukan inovasi termasuk inovasi yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Seperti petani jagung yang mengalami kendala pengeringan saat panen. Untuk mengeringkan, petani masih mengandalkan alam yakni matahari Adanya Mobile Corn Dryer diharapkan bisa membantu mengatasi persoalan yang dihadapi petani jagung.

Emier Shandy, VP Engineering PT CPI mengatakan, kebutuhan bahan baku jagung untuk produksi pakan ternak sangatlah besar. Para petani jagung memiliki kendala saat pasca panen.

Dimana permasalahan yang selalu ditemukan saat pasca panen jagung yaitu dalam proses pengeringan.

"Hal ini mendorong PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) untuk mencari solusi agar para petani jagung mendapatkan kualitas jagung yang dibutuhkan," katanya.

Ia mengatakan, pada April 2018, prototype pertama Mobile Corn Dryer (MCD) yang merupakan hasil dari team
Engineering CPI untuk membantu para petani jagung.

MCD dapat menjangkau petani di daerah terpencil dan memudahkan dalam penjualan jagung dengan kadar air lebih rendah, tentunya dapat memberikan income yang lebih baik bagi para petani jagung.

Siapa Fuad Rizal, Lulusan ITB Berusia 41 Tahun yang Ditunjuk Jadi Plt Dirut Garuda Indonesia

PT Charoen Pokphand Indonesia mendedikasikan MCD kepada Negara dan Kementerian Pertanian. Pada tahun 2018 keberadaan Unit Mobile Corn Dryer seri 2.1 telah di uji coba di Lampung bersama dengan petani KTNA, dan petani KTNA sangat merasakan manfaat MCD tersebut, namun cost per KG masih tinggi, sehingga petani jagung belum bisa mendapat manfaat secara sigfnifikan.

PT Charoen Pokphand Indoensia berupaya untuk terus melakukan inovasi MCD, saat ini unit MCD telah mamasuki versi 2.5 dan akan terus dikembangkan bersamaan dengan adanya kerjasama bersama Institut Teknologi Bandung.

Rektor ITB, Prof.Dr.Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama tersebut. Terlebih kerjasama kali ini untuk bersama-sama mengembangkan sebuah inovasi yang bisa membantu dan memberikan kontribusi disektor pertanian.

"Kami sebagai institusi pendidikan juga terus melakukan penelitian dan pengembangan. Kerjasama ini diharapkan bisa turut memberikan kontribusi positif bagi banyak pihak," katanya. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved