Senin, 4 Mei 2026

Pejabat di KBB Kena OTT

Dua Pegawai di Pemda KBB Ditangkap Polisi, Hengky Kurniawan : Ini Teguran Biar Kapok

Wakil Bupati KBB Hengky Kurniawan, menyebutkan adanya dua pegawai di Pemda KBB yang terjaring OTT oleh anggota Polda Jabar merupakan teguran

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar/Nandri Prilatama
Kantor Pemda Kabupaten Bandung Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, menyebutkan adanya dua pegawai di Pemda KBB yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh anggota Polda Jabar merupakan teguran bagi ASN yang lain.

Hengky mengatakan, kedua pegawai yang diamankan polisi itu memang tersandung kasus korupsi dalam perekrutan perjanjian kerja tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

"Ini menjadi teguran bagi ASN yang lain, biar kapok, kita sudah beberapa kali OTT, tentunya saya sangat prihatin," ujar Hengky kepada wartawan, Minggu (15/12/2019).

BREAKING NEWS, Dua Pejabat Pemda KBB Kena OTT Polda Jabar, Korupsi Perekrutan TKK

Sebetulnya, kata Hengky, terkait masalah TKK ini, dari awal dirinya dilantik memang sudah cukup meresahkan karena banyak oknum yang bermain, sehingga terbongkarnya kasus ini bisa menjadi pintu aparat penegak hukum (APH).

"Korban bukan hanya satu atau dua, tapi mungkin lebih. Hanya saja mereka tidak berani melapor, karena mungkin sudah menyetor sejumlah uang," katanya.

Ia pun berharap APH bisa memberantas oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini dan diharapkan bisa masuk dan melakukan pemeriksaan secara mendalam agar kasusnya clear dan tidak menjadi sangkaan yang negatif.

Terlebih kata dia, Bupati Aa Umbara sudah menghentikan perekrutan TKK pada pertengahan tahun ini dan akan dikurangi hingga nol secara bertahap pada 2023 mendatang.

"Apalagi kemarin kita rayakan Hari Anti Korupsi, kita apresiasi tugas dari APH," katanya.

Disisi lain, dirinya menyayangkan pola pikir sebagian masyarakat yang beranggapan bisa masuk kerja dengan menyetor sejumlah uang.

"Misal mereka harus setor Rp 20-40 juta, lebih baik untuk usaha. Karena ada beberapa cerita kalau TKK itu tidak tergaji karena dinas tak menganggarkan di dokumen pelaksanaan anggaran (DPA)," ucap Hengky.

Untuk itu, pihaknya meminta agar masyarakat jangan terlalu percaya dengan oknum yang menawarkan pekerjaan apalagi menjual nama bupati atau wakil bupati.

Diberitakan, sebelumnya, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun, OTT yang dilakukan pada Jumat (13/12/2019) pagi itu, Polisi melakukan penangkapan terhadap pegawai di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah KBB berinisial TS dan IBS.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, AKBP Hari Brata membenarkan adanya OTT terhadap dua pegawai di Lingkungan Pemkab Bandung Barat tersebut.

"Iya betul," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan singkat, Minggu (15/11/2019).

Namun, Hari belum bisa menjelaskan secara rinci terkait OTT terhadap dua pegawai tersebut. "Langsung ke Direskrimsus saja ya," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved