Viral di Media Sosial

Sungguh Dramatis, Demi Selamatkan Balita Hanyut, Pemuda Ini Lompat ke Derasnya Aliran Banjir Bandang

Aksi heroik dan dramatis seorang pemuda ceburkan diri ke aliran air banjir bandang untuk menyelamatkan bayi viral di media sosial.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Kisdiantoro
Istimewa via YouTube tvOneNews
Aksi heroik dan dramatis seorang pemuda ceburkan diri ke aliran air banjir bandang untuk menyelamatkan bayi viral di media sosial. 

TRIBUNJABAR.ID - Aksi heroik dan dramatis seorang pemuda ceburkan diri ke aliran air banjir bandang untuk menyelamatkan balita viral di media sosial.

Dalam video yang viral tersebut, pemuda berkaus merah itu terlihat berani lompat ke derasnya banjir bandang.

Ia melompat setelah melihat ada balita yang terpeleset saat menyeberang jembatan bambu.

Balita yang sempat hanyut tersebut berhasil ditangkap oleh pemuda berkaus merah tersebut.

Di tengah derasnya arus banjir bandang, pemuda itu lalu kembali ke pinggir.

Balita tersebut tampak diangkat, dibantu oleh beberapa warga lainnya.

Dalam tayangan di kanal YouTube tvOneNews, disebutkan peristiwa dalam video viral itu terjadi di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Jumat (13/12/2019) pagi.

Saat diselamatkan, balita itu masih hidup.

Akibat Banjir, Jalan Sukajadi Kota Bandung seperti Sungai, Sejumlah Motor pun Terseret

Namun, saat berada di rumah sakit, balita tersebut mengembuskan nafas terakhirnya.

Menurut laman Kompas.com. banjir Bandang di Solok Selatan itu mengakibatkan 469 warga mengungsi.

Ada 815 kepala keluarga atau KK terdampak banjir tersebut.

Menurut Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Firdaus Firman, ada tiga kecamatan yang terdampak banjir cukup parah.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (istimewa/tangkapan layar video)

Tiga kecamatan itu di antarnaya adalah di Sungai Pagu, Sangir Batang Hari, dan Koto Parik Gadang Diateh.

"Pengungsi berasal dari dua kecamatan yaitu Sungai Pagu dan Koto Parik Gadang Diateh. Sementara di Sangir Batang Hari belum dilaporkan ada pengungsi," kata Firdaus kepada Kompas.com, Sabtu (14/12/2019).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved